Rumah murah Pondok Dukuh Indah 5

Perumahan Pondok Dukuh Indah: surat menyurat

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murahini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Tampilkan postingan dengan label surat menyurat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label surat menyurat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Maret 2019

Pada dasarnya setiap perusahaan ingin bekerja seteliti mungkin. Begitu juga dalam pembuatan surat penawaran dan pesanan dicek dengan cermat, pengepakan barang diawasi dengan ketat, pengendalian mutu juga dilaksanakan dengan oleh ahlinya, dan perencanaan lainnya dengan cita-cita kesalahan maupun kerusakan yang akan timbul sanggup berkurang. Akan tetapi, menyerupai sifat insan yang tidak luput dari kesalahan terkadang terjadi pula banyak sekali kesalahan.

Surat Keluhan merupakan surat yang ditujukan kepada perusahaan/institusi berisi keluhan pelanggan terhadap produk/layanan dari perusahaan/institusi yang menawarkan layanan baik berupa barang/jasa. Kesalahan yang terjadi sanggup dikarenakan kesalahan insan menyerupai kurangnya pengawasan dalam pengepakan barang, kelambanan pengiriman, kerusakan peti kemas dan lain sebagainya. Bisa juga dikarenakan faktor alam menyerupai tragedi alam.


Jenis Pengaduan yang paling sering dikeluhkan ialah sebagai berikut:
  • Nama/jenis barang yang dikirimkan tidak sama dengan yang dipesan
  • Barang yang dikirimkan rusak sehingga harus diganti atau diberi belahan harga
  • Kualitas barang yang dikirimkan tidak sama dengan yang diperlihatkan dalam sampel atau teladan barang.
  • keterlambatan dalam pengiriman barang yang dipesan, karenanya pemesan meminta pemotongan harga.
  • Jumlah barang yang dikirimkan tidak sesuai dengan yang dipesan, sehingga perlu dikurangi atau ditambah.
 Pada dasarnya setiap perusahaan ingin bekerja seteliti mungkin Mengenal Surat Keluhan/Pengaduan

Jika pemesan tidak puas dengan barang yang dipesannya, beliau akan mengajukan tuntutan atau pengaduan. Hal ini tergantung pada alasan yang dikemukakan pihak pembeli/pemesan. Dalam dunia bisnis menciptakan surat pengaduan harus disusun secara cermat sebab dalam tuntunan tersebut tercakup kerugian yang dialami pihak pemesan yang harus diganti oleh pihak pemasok atau penjual.

Pihak penjual yang mendapatkan surat pengaduan atau tuntutan hendaknya meneliti dan menyidik kebenaran pengaduan tersebut. Seandainya kesalahan tersebut terang ada pada pihak pembeli, pihak pemesan dihentikan memojokkan pelanggan tersebut. Prinsip yang harus diambil ialah mencari penyelesaian dengan sebaik-baiknya demi kelestarian hubungan yang menguntungkan kedua belah pihak.


Penulisan surat lamaran kerja yang baik perlu memperhatikan kaidah-kaidah baku dalam penulisan surat lamaran kerja. Seorang pelamar harus mengetahui apa saja sebaiknya yang harus ditulis dalam surat lamaran kerja dan bagaimana cara penulisannya.

Silahkan baca Prinsip Dalam Penulisan Surat Lamaran Kerja

Secara umum, pengorganisasian penulisan surat lamaran kerja mempunyai tiga bab utama, yaitu paragraf pembuka, paragraf pertengahan, dan paragraf penutup. Masing-masing paragraf tersebut sanggup dijelaskan sebagai berikut:

1. Paragraf Pembuka

Surat lamaran kerja harus menyatakan secara terang bahwa orang tersebut sedang melamar suatu pekerjaan yang diminati. Surat lamaran kerja yang baik dan menarik perhatian pembacanya perlu mencantumkan hal-hal berikut ini.

a. Rangkuman
Pada awal paragraf surat lamaran kerja, seorang pelamar kerja sanggup mengemukakan apa kualifikasi yang dimiliki yang paling relevan dengan posisi/jabatan yang diinginkan, dan jelaskan pula bahwa kualifikasi tersebut akan menguntungkan/memberi manfaat bagi perusahaan atau forum yang mengatakan peluang tersebut.

b. Nama
Pada bab awal paragraf surat lamaran kerja, seorang pelamar kerja sanggup menyebutkan nama seorang yang sudah dikenal pihak yang mengatakan peluang kerja, atau seseorang dari internal organisasi yang menyarankan mereka untuk melamar pekerjaan di perusahaan atau forum tersebut.

c. Sumber Publikasi
Pada awal paragraf juga sanggup dikemukakan dari mana seorang pelamar menerima informasi wacana adanya lowongan kerja di perusahaan tersebut. Sumber informasi itu sanggup berupa dari banyak sekali sumber diantaranya surat kabar, majalah, radio, atau televisi. Sebutkanlah nama media dan tanggal penerbitan publikasi tersebut.

Disamping itu, pada paragraf tersebut seorang pelamar kerja sanggup menjelaskan secara singkat bahwa ia memenuhi syarat yang dikehendaki oleh pihak lain yang mengatakan peluang kerja tersebut.

d. Pertanyaan
Paragraf pertama juga sanggup dipakai kalimat tanya untuk menarik perhatian pihak lain yang mengatakan peluang kerja tersebut yang memperlihatkan bahwa seorang pelamar kerja benar-benar mengetahui masalah/problem, kebutuhan, dan tujuan suatu organisasi perusahaan. Disamping itu, ia juga mempunyai dorongan/keinginan yang berpengaruh untuk membantu memecahkan duduk kasus tersebut.

e. Cuplikan berita
Cara lain yang dipakai pelamar kreja dalam menullis surat lamaran ialah mengambil cuplikan isu dari media surat kabar atau majalah dimana perusahaan yang membuka lowongan kerja pada bab awal paragraf. Misalnya, perusahaan memerlukan sejumlah karyawan gres untuk menduduki posisi/jabatan sebagai staf administrasi, keuangan, pemasaran, informasi, dan produksi pada kantor cabang yang gres dibuka di banyak sekali daerah.

 Penulisan surat lamaran kerja yang baik perlu memperhatikan kaidah Tata Cara Penulisan Lamaran Kerja Yang Baik

2. Paragraf Pertengahan

Pada paragraf pertengahan, seorang perlu menyajikan kualifikasi yang diharapkan untuk mengisi suatu jabatan pekerjaan yang diinginkan. Dalam penulisan surat lamaran kerja usahakan tidak mengulang suatu yang dinyatakan dalam resume.

Dalam paragraf pertengahan ini, seseorang perlu mendiskusikan apa saja kualifikasi yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan pekerjaan tertentu dari sudut pandang pembaca yang mencakup:

a. Pendidikan
Kebanyakan lulusan akademi tinggi mempertimbangkan pendidikan sebagai kualifikasi yang paling penting. Jika demikian, mereka harus menempatkan pendidikan pada bab pertama baik pada surat lamaran kerja maupun pada resume. Pentingnya pendidikan ini akan mempunyai kegunaan untuk:
  • menunjukkan bahwa ia mempunyai latar belakang dalam dunia bisnis yang cukup luas dan bidang tertentu secara mendalam
  • menunjukkan bagaimana pendidikan yang relevan dengan jenis pekerjaan yang dicari
  • menjelaskan bagaimana dan mengapa seseorang menambahkan bidang studi pilihan penting di luar bidang studi inti.
b. Pengalaman Kerja
Seorang pelamar kerja yang sebelmunya telah mempunyai pengalaman relevan dengan pekerjaan yang akan dilamar dikala ini, tentu saja sanggup mengatakan nilai positif bagi dirinya. Dalam hal ini, seorang pelamar kerja pada paragraf pertengahan perlu menyaakan dengan terang banyak sekali fungsi atau acara yang sanggup dilakukan. Atas dasar itu, seorang pelamar kerja akan sanggup memperlihatkan pada calom pimpinan perusahaan bahwa:
  • seseorang memperoleh suatu pengalaman yang sanggup membantu mempercepat penyelesaian tugas/pekerjaan baru.
  • seseorang akan sanggup melaksanakan penyesuaian dengan lingkungannya dan mencoba bekerja sama dengan mereka
  • seseorang sanggup memikul tanggungjawab atas suatu pekerjaan dengan lebih baik
  • seseorang mempunyai semangat untuk bekerja keras.
c. Sikap, Minat, Aktivitas, dan Kualitas
Selain latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja, seorang pelamar kerja sanggup menambahkan banyak sekali informasi penting lainnya yang sanggup dipakai untuk mendukung posisi yang dilamar. selain itu, ia juga sanggup menjelaskan kepada pihak yang mengatakan peluang kerja wacana kemampuan yang dimiliki pelamar kerja untuk bekerja sama, bernegoisasi, berkomunikasi dengan orang lain, dan lain sebagainya.

3. Paragraf Penutup

Paragraf terakhir umumnya berisi suaru cita-cita tindakan (action) sebagaimana yang terdapat pada surat-surat penjualan. Dalam paragraf tersebut perlu dinyatakan dengan terang apa keinginan atau cita-cita seorang pelamar kerja untuk melaksanakan wawancara kerja sesuai waktu yang telah disediakan oleh organisasi perusahaan atau forum yang dilamar tersebut.

Untuk mempermudah perusahaan menghubungi pelamar kerja, hendaknya pelamar kerja mencantumkan nama, alamat yang terang dan lengkap, termasuk nomor telepon, nomor HP, alamat e-mail dan jam berapa mereka sanggup dihubungi.

Surat penawaran merupakan surat yang ditujukan kepada pihak/perusahaan lain dengan tujuan memperlihatkan barang/jasa oleh pengirim surat. Sedangkan surat penjualan merupakan surat yang berisi penjualan produk-produk/jasa dari pihak pengirim surat kepada akseptor surat.

Menulis surat dengan tujuan menjual suatu produk atau jasa merupakan suatu tantangan tersendiri, untuk melakukannya dengan baik, diharapkan imajinasi yang tajam, konsep komunikasi tertulis dan kemampuan dalam membuat minat beli konsumen melalui bahasa tulisan.


Penulis surat harus memproyeksikan dirinya sebagai pembaca mengenai harapan, kebutuhan dan minat mereka. Itulah sebabnya mereka harus cepat tanggap, memahami serta mencicipi kebutuhan pembacanya. Bila hal tersebut telah dilakukan, penulis surat masih dituntut mengenali kebutuhan barus serta alasan penggunaan barang-barang tersebut. Selanjutnya penulis surat harus piawai dalam menentukan kata-kata yang bisa mengatakan citra secara terperinci dan terang mengenai produk tersebut kepada pembacanya.

 Surat penawaran merupakan surat yang ditujukan kepada pihak Menulis Surat Penawaran dan Penjualan yang Baik

Menulis surat penjualan harus mengetahui produk yang ditawarkannya secara keseluruhan jikalau ingin mencapai sukse. Harus mengetahui cara pembuatan barang tersebut, terdiri dari komponen apa saja, juga asal muasal materi baku produknya. Pengetahuan produk secara lengkap tidak hanya membuat cendekia dalam mengutarakan wacana produk atau jasa, tetapi juga memperoleh dua faktor penting dalam seni menjual yakni:

  1. Jujur dan yakin terhadap produknya
  2. Mampu untuk mengantisipasi hampir setiap duduk kasus yang mungkin diajukan pembeli
Analisa produksi bisa ditempuh dalam banyak sekali cara. Penulis surat sanggup mengunjungi pabrik pembuat barang dan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan produk tersebut. Lalu mengumpulkan gosip wacana mutu dan sumber-sumber materi baku yang diperlukan, teknik pembuatan, pelayanan purna jual dan lain sebagainya.

Surat penawaran akan efektif jikalau memperhatikan konsep IDPA, konsep ini mencakup Interest (minat), Description (uraian), Proof (bukti), dan Action (tindakan).  Konsep tersebut sanggup dipakai untuk membuat sepucuk surat yang akan sempurna sasaran.

Sebelumnya Tata Cara Penulisan Surat Lamaran Kerja yang Baik

Surat mempunyai ciri khas sendiri dalam berkomunikasi, komunikasi memakai surat cendrung membutuhkan penggunaan bahasa secara baik. Sebagaimana kita ketahui penggunaan bahasa yang baik dibutuhkan dalam menulis isi surat.

Agar pesan yang disampaikan gampang dipahami oleh si peserta surat, sebaiknya memakai bahasa yang baik dan benar, sesuai kaidah-kaidah yang berlaku dalam dunia surat-menyurat. Sebagai contoh, bagaimana menentukan kata, pemakaian ejaan yang disempurnakan, penyusunan paragraf, cara penyusunan kalimat, dan lain sebagainya.

Kendala yang sering muncul pada penulisan surat ialah dikala pembaca surat tidak pribadi sanggup memahami bagaimana alur aliran seseorang, termasuk sejauha mana respon pengirim surat kepada pihak lain. Misalnya penulisan dengan bahasa yang kacau, tidak runtut, dan penggunaan kata yang terkesan "kasar" atau tidak etis, maka seseorang secara tidak pribadi akan memperoleh evaluasi yang kurang sopan dalam menghargai orang lain.
 Surat mempunyai ciri khas sendiri dalam berkomunikasi Bahasa Dalam Penulisan Surat

Untuk surat-surat resmi maupun surat-surat bisnis, dalam menentukan kata hendaknya memenuhi syarat yang baik atau baku, dan juga cermat. Perlu dihindari penggunaan kata yang belum diakui kebakuannya, contohnya gimana, ngapain, kenapa, bikin. Padanan kata-kata tersebut yang sudah baku ialah bagaimana, mengapa, dan membuat.

Selain pemilihan kata yang baik, dalam menulis surat juga perlu memakai kata yang lazim dalam masyarakat, kata yang lazim dalam masyarakat ialah kata-kata yang sudah dikenal. Sedapat mungkin gunakanlah kata atau istilah dalam bahasa indonesia. Disamping itu bahasa surat perlu mempertimbangkan pilihan kata secara cermat. Dalam hal ini pengirim surat sebaiknya melihat kedudukan peserta surat, apakah pangkat dan kedudukannya sederajat dengan pengirim surat.

Sebagai contoh, penggunaan sapaan Bapak, Ibu, Saudara, dan Anda dan lain sebaiknya tepat atau sesuai dengan pangkat dan kedudukan peserta surat. Jangan hingga surat tersebut meninggalkan kesan yang kurang baik kepada peserta surat. Oleh alasannya ialah itu pemilihan kata secara tepat perlu diperhatikan dengan seksama.


Berbagai organisasi sering menulis aneka ragam problem dalam bentuk memorandum (memo) tertulis dengan alasan untuk menghindari salah pengertian atas sesuatu yang disampaikan secara lisan. Memo lebih lambat bila dibandingkan komunikasi lisan, namun lebih akurat dan efisien, lebih sederhana dibandingkan dengan surat.

Fungsi Memorandum

  • Membuat informasi tertulis yang spesifik, dan sanggup dipakai sebagai dasar kajian dan tindakan.
  • Memberitahu secara individu wacana kebijaksanaan, mekanisme dan atau tindakan.
  • Menetapkan tanggung jawab dengan menyebutkan pihak-pihak tertentu untuk bertindak secara pasti.
  • Mencatat kebijaksanaan-kebijaksanaan, keputusan-keputusan, dan atau tindakan-tindakan sesuai dengan hasil rapat, konfrensi atau wawancara.
  • Memuat ringkasan hasil rapat yang diberikan kepada peserta dan juga kepada mereka yang tidak hadir.
  • Menetapkan suatu keputusan, persetujuan, atau kecerdikan yang disetujui sebelumnya oleh pihak-pihak yang bersangkutan.
NB: Biasanya, memorandum diawali dengan empat kepala bab memo: sipenerima, pengirim, tanggal, hal (subject).

 Berbagai organisasi sering menulis aneka ragam problem dalam bentuk memorandum  Fungsi dan pola Memorandum
Contoh:

MEMORANDUM

Kepada : Seluruh Kepala Bagian
Dari       : Ahmad Suryana
Tanggal  : 12 November 2014
Hal         : Pencalonan "Karyawan Teladan Tahun Ini"

Harap mencalonkan seorang karyawan dari bab saudara untuk pertimbangan "Karyawan Teladan Tahun 2014"

Kriteria untuk penampilan karyawan teladan tercantum dalam peraturan No. 13 Tahun 2000

Semua calon harus disampaikan paling lambat tanggal 30 November 2014

Artikel sebelumnya silahkan baca: Bahasa Dalam Penulisan Surat

Surat sanggup mencerminkan siapa penulisnya jikalau suatu perusahaan menulis surat dengan kaedah tata bahasa yang benar, pembaca surat tersebut menjadi yakin bahwa perusahaan tersebut profesional. Dan sebaliknya penulisan surat tidak sesuai dengan sturuktur bahasa indonesia malah akan menjadikan pembaca merasa tidak nyaman dengan surat yang dibaca dan akan menciptakan gambaran perusahaan menjadi buruk.


Sebagai ajaran penulisan surat resmi hendaknya seorang sekretaris/pegawai manajemen mengikuti beberapa ajaran ejaan berikut ini:

1. Singkatan adalah bentuk kata yang dipendekan yang terdiri dari satu atau lebih.
  1. Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik.Contoh: M. Jamil, Bpk. Armand, Tn. Jaka, Ir. Wibisono
  2. Singkatan nama resmi tubuh pemerintahan atau organisasi dan nama dokumen yang terdiri atas abjad awal, ditulis dengan abjad kapital tanpa titik. Contoh: PT (Perseroan Terbatas), PLN (Perusahaan Listrik Negara)
  3. Singkatan yang terdiri dari tiga abjad atau lebih diikuti satu titik di belakangnya. Contoh: dst. (dan seterusnya), Yth. (Yang terhormat), hal. (halaman)
  4. Singkatan yang terdiri dari dua abjad diikuti dua titik pada tiap-tiap huruf. Contoh: s.d. (sampai dengan), u.p. (untuk perhatian)
  5. Singkatan lambang kimia, ukuran satuan dan mata uang tidak diikuti oleh lambang titik. Contoh: kg (kilogram), Rp (rupiah)
 Surat sanggup mencerminkan siapa penulisnya jikalau suatu perusahaan menulis surat dengan kaed Pedoman Ejaan Dalam Penulisan Dokumen


2. Akronim, adalah akronim berupa adonan abjad awal, atau suku kata yang membentuk suatu kata baik berupa nama tubuh atau bukan nama badan.
Contoh:
a. ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia)
b. Tilang (Bukti Pelanggaran)

3. Angka dan Lambang Bilangan, digunakan untuk:
  1. Lambang nomor jalan, rumah dan kamar/blok, misal: Jl. Sejati, Gg. Mesjid, No. 13 Marendal.
  2. Lambang nomor karangan atau kitab suci, misal: Surat Maryam: 2, Bab II, No. 34
  3. Lambang bilangan tingkat, misal: Akhir masa XX, kelas III, tingkat V.
  4. Lambang bilangan huruf, contoh: - Bilangan pecahan, seperdua, seperempat, - Bilangan utuh, dua, tiga - Khusus pada sertifikat atau surat penting, penulisan bilangan dilengkapi bacaan hurufnya. Misal: 43 (empat puluh tiga), - Namun, jikalau bilangan terlalu besar maka boleh dieja sebagian, misalnya: 456 juta.
4. Tanda koma
  1. Tanda koma digunakan untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya. Misal: Jika besok libur, maka kami akan pulang kampung. Sebaliknya jikalau anak kalimat diiringi oelh induk kalimatnya maka tidak memakai koma. Misal: saya akan mudik jikalau besok libur.
  2. Tanda koma digunakan untuk memisahkan unsur rincian. Misal: kami akan membeli kertas, gunting, helm, dan tas.
  3. Tanda koma digunakan untuk memisahkan kalimat setara yang memakai kata hubung tetapi atau melainkan. Misal: sekar bukan adik saya, melainkan anak saya.
  4. Tanda koma digunakan untuk membedakan nama gelar pendidikan dengan marga. Misal: Anugerah Dino Bhavati, S.Pd.
  5. Tanda koma digunakan untuk memisahkan kalimat petikan langsung. Misal: Maryam berkata, “pecahkan saja gelas itu.”
  6. Tanda koma digunakan untuk memisahkan kata wah, aduh, o, ya. Misal: wah, luar biasa.
  7. Tanda koma digunakan untuk memisahkan nama orang dengan alamatnya, wilayah dengan negara dan wilayah dengan tanggal. Misal: Bpk. Ahmad, Jl. Pertahanan IV, Medan
  8. Tanda koma digunakan untuk menghindari kesalahan membaca. Misal: Atas perhatian bapak, Ari ucapkan terima kasih.
  9. Tanda koma digunakan untuk mengapit keterangan tambahan. Misal: Anak saya, Maryam Husna, manis sekali.
  10. Tanda koma digunakan di belakang kata penghubung antar kalimat yang terdapat di awal kalimat. Misal: … oleh alasannya itu, kami tiba kini ke kawasan ini.
  11. Tanda titik koma, digunakan untuk: a. Memisahkan bab kalimat yang setara. Misal: Siswa Jurusan Sekretaris dibutuhkan sanggup memahami tanda baca; mengetahui jenis surat; mengaplikasikan tanda baca. b. Sebagai pengganti kata penghubung pada kalimat majemuk. Misal: Ani belajar; Ira bermain; Amar mencuci baju.
6. Tanda titik dua (: ), digunakan untuk:
  1. Rangkaian perincian, Misal: para pejuang kita berprinsip: hidup atau mati.
  2. Sesudah kata yang perlu perincian. Misal: Nomor: Lampiran: Ketua: Bendahara:
  3. Dalam teks drama setelah nama aktor. Misal: Riri: “Tono… kau kemana?”, Tono: “ada apa kakak…?”
  4. Pemisahan surat dengan ayat kitab suci. Misal : Al-Baqarah : 165
7. Tanda Hubung (-), digunakan untuk
  1. Menyambung suku kata yang terpisah oleh pergantian baris.
  2. Menyambung unsur-unsur kata ulang. Misal: Kita dihentikan membolak-balikan fakta kejadian, kuda-kudaan.
  3. Memperjelas relasi bab kelompok kata. Contoh: ber-evolusi
  4. Merangkaikan se, tingkatan bilangan, akronim berhuruf kalpital, angka yang berakhiran an. Contoh: se-Sumatera Utara, Ke-3, sinar-X, tahun 2000-an
8. Tanda pisah (-) digunakan untuk:
  1. Pemisah sisipan kata yang memberi klarifikasi di luar uraian kalimat. Misal: Hasil ujiannya – diluar dugaan – ternyata jelek sekali.
  2. Menegaskan keterangan aposisi. Misal: Kumpulan buah ini – jeruk, markisa, melon, durian, rambuta, mangga – menjadikan kabupaten deli serdang sebagai pengekspor buah di indonesia.
  3. Pemisah dua bilangan atau tanggal yang berarti hingga ke atau hingga dengan. Misal: 2010 – 2013, Medan – Bandung.
9. Tanda Elipsis (…), digunakan untuk:
  1. Kalimat yang terputus, misal: kalau begitu… ya sudah, mari kita pulang.
  2. Bagian kalimat yang ditinggalkan. Misal: Artis-artis yang … akan dikenakan sanksi. Penghuni lokalisasi yang melaksanakan praktek … akan ditertibkan
10. Tanda petik (“…”), digunakan untuk:
  1. Mengapit petikan pribadi yang berasal dari pembicaraan dan naskah lain. Misal: “Setuju…!,” seru para karyawan pada rapat kerja itu. Sila pertama Pancasila berbunyi, “Ketuhanan Yang Maha Esa.”
  2. Mengapit judul syair atau karangan yang digunakan dalam sebuah kalimat. Misal: Sajak “Aku” terdapat pada kumpulan sajak Indonesia Buku ”Chicken Soup For Soul” menjadi bestseller di dunia.
  3. Mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau mempunyai arti khusus. Misal: Sarah memakai kaos “you can see”, “si andal merah” menghabiskan lebih dari sepuluh rumah
11. Tanda tanya (?) atau tanda tanya dalam kurung digunakan untuk:
  1. Kalimat untuk bertanya. Misal: Ibu mau ke mana?
  2. Kalimat yang membingungkan. Misal: Hanna Fauziah mengakui bahwa ia telah bertemu dengan Rossy Fauziah di Jerman kemarin (?), padahal karyawannya itu sedang berada di semarang hingga detik ini.
  3. Kalimat yang disangsikan kebenarannya. Misal: Ketua dewan perwakilan rakyat menganggarkan uang sebanyak 20 juta (?) peranggotanya untuk membeli laptop.
Materi lainnya sanggup dilihat Bahasa Dalam Penulisan Surat

Isi surat merupakan inti surat yang ingin disampaikan oleh pengirim kepada peserta surat. Secara umum, dalam menuliskan isi surat usahakan untuk tetap memakai kata-kata atau istilah yang gampang dipahami, jelas, ringkas dan tidak bertele-tele.

Secara garis besar, isi surat meliputi tiga hal penting, yaitu paragraf pembuka, paragraf isi dan paragraf penutup. Dalam paragraf pembuka, pengirim surat berkeinginan untuk mengantarkan isi surat yang ingin disampaikan kepada pihak lain baik yang berisi pemberitahuan, pertanyaan, pernyataan, maupun seruan perihal sesuatu hal.

Berikut ini referensi paragraf pembuka:

     Isi surat merupakan inti surat yang ingin disampaikan oleh pengirim kepada peserta surat Kalimat yang sering muncul pada isi surat
  1. Lembaga training GEMA GRAFIKA sangat peduli pada peningkatan sumber daya insan bidang pemasaran, sehingga...
  2. Apakah perusahaan Saudara ingin menyebarkan sistem layanan online?. Oleh alasannya ialah itu...
  3. Mengingat harga banyak sekali kebutuhan materi baku kertas mengalami kenaikan yang cukup signifikan, maka...
  4. Sehubungan dengan kenaikan harga materi baku kertas yang cukup signifikan, maka mulai bulan januari 2012 harga langganan koran per bulan menjadi...
  5. Apabila perusahaan saudara tertarik untuk menyebarkan sistem presentasi secara elektronik, maka...
  6. Kami beritahukan kepada Saudara bahwa...
  7. Mengharap kehadiran Saudara besok pada acara...
  8. Bersama ini kami sampaikan bahwa...
  9. Membaca surat Saudara tertanggal 10 April 2012, maka...
  10. Sehubungan dengan pemberitahuan Saudara pada Surat Kabar Harian Waspada, maka...
  11. Pertanyaan Saudara yang tertera pada surat tertanggal 16 Maret 2013, No. 12/Diklat/III/2013 akan kami jawab sebagai berikut...
  12. Dengan ini perkenankanlah kami melaporkan kepada Bapak bahwa...
  13. Bersama ini saya kirimkan referensi tawaran yang Saudara minta.
  14. Bersama ini saya kirimkan sebuah katalog produk terbaru kami sebagaimana yang Anda minta.
  15. Dengan sangat menyesal kami beritahukan bahwa permohonan Saudara untuk menjadi karyawan PT Juwita Malam tidak sanggup kami kabulkan...
  16. Dalam rangka pembukaan kantor cabang pembantu kami yang ada di Solo, maka...
  17. Sehubugan dengan surat Saudara tanggal 10 Maret 2013, kami ingin memberikan hal-hal berikut ini.
  18. Surat permohonan Saudara kepada Drs. Muhdi Mahrullah, S.E. sebagai salah satu narasumber dalam program Bedah Komunikasi Bisnis telah kami terima
  19. Sesuai dengan pembicaraan Saudara melalui telepon pada tanggal 16 April 2012, maka...
  20. Dengan berat hati kami memberitahukan bahwa penawaran Saudara tanggal 5 Maret 2013 ditolak...
  21. Menjawab surat Saudara tanggal 2 Mei 2013, maka perlu kami jelaskan sebagai berikut.
  22. Memperhatikan surat Saudara tanggal 15 juni 2013, maka perlu kami jelaskan beberapa hal penting sebagai berikut.
  23. Dengan ini kami mengundang Saudara besok...

Selanjutnya dalam paragraf isi perlu dikemukakan apa yang bekerjsama ingin disampaikan kepada si peserta surat. Namun, yang terpenting lagi ialah bahwa isi surat, hendaknya disampaikan secara singkat, lugas, dan jelas. Dalam kaitannya dengan dunia bisnis, maka isi suratnya harus berkaitan dengan pemesanan produk, pemberitahuan pindah kantor, penawaran produk baru, penagihan hutang, laporan penjualan, pengaduan pelayanan, kolaborasi bisnis, penolakan kerja, tawaran ekspansi, dan sebagainya.

Lalu bagaimana dengan paragraf penutup?, paragraf epilog merupakan kesimpulan dan kunci isi surat. Lagi pula, paragraf epilog sanggup juga mengandung suatu keinginan pengirim surat maupun ucapan terima kasih kepada peserta surat.

Contoh paragraf penutup:

  1. Atas kehadiran Saudara kami mengucapkan terima kasih
  2. Atas segala bentuk partisipasi Saudara dalam menyukseskan program ini, kami mengucapkan terima kasih.
  3. Semoga surat ini semakin memperkuat hubugan kemitraan yang telah terjadi selama ini.
  4. Meskipun Saudara belum sanggup bergabung dengan perusahaan kami, namun kami tidak lupa mengucapkan terima kasih atas kepercayaan saudara pada perusahaan ini.
  5. Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.
  6. Semoga kekeliruan yang terjadi selama ini hendaknya menjadi cambuk yang sangat berharga bagi perbaikan di kemudian hari, terima kasih.
  7. Terima kasih kami sampaikan kepada Saudara atas apresiasi yang sangat baik pada perusahaan kami.
  8. Pimpinan dan staf GEMA INSANI mengucapkat terima kasih atas partisipasi Saudara dalam menyebarkan sumber daya manusia.
  9. Atas perhatian dan kerjasama Saudara yang baik selama ini, kami ucapkan terima kasih.
  10. Semoga apa yang menjadi keinginan Saudara sanggup menjadi kenyataan.
  11. Demikian laporan kami, supaya menerima perhatian Saudara.
  12. Demikian tawaran ini kami buat, supaya bermanfaat adanya.
  13. Mudah-mudahan tanggapan kami bermanfaat bagi anda.
Jika ingin melihat bab surat yang lain silahkan baca Bagian-bagian Surat Beserta Fungsinya

Kamis, 28 Maret 2019

Menulis surat merupakan pekerjaan praktis namun susah, praktis alasannya kita hanya menulis, namun menjadi sulit alasannya harus memakai kalimat yang tersktruktur, ringkas, jelas, dan harus memenuhi pedoman ejaan pada surat.

Gampang-gampang susah bila surat yang kita tulis memakai bahasa sehari-hari (bahasa Indonesia), bagaimana kalau kita menulis memakai bahasa pergaulan internasional ialah bahasa inggris?. Nampaknya bukan lagi gampang-gampang susah, tapi memang benar-benar sulit. Namun kesulitan itu hanya berlaku bagi orang yang belum menguasai teknik menulis surat dalam bahasa inggris.

 Menulis surat merupakan pekerjaan praktis namun susah Cara Menulis Surat Dalam Bahasa Inggris
ilustrasi surat dalam bahasa inggris

Berikut ini akan dipaparkan secara ringkas cara menulis surat dalam bahasa inggris secara sederhana, dengan maksud biar praktis dipahami dan dimengerti.

Menulis Alamat

Tulis alamat Anda namun jangan mencantumkan nama Anda di depan alamat Anda pada kepala surat (walaupun sudah dicantumkan dalam amplop). Tulislah alamat tersebut disisi kanan halaman surat bab atas. 

Beberapa perusahaan tertentu mencantumkan alamat di bab tengah pada permulaan surat. Nama gedung (jika ada) ditulis pada baris terpisah, dengan nomor gedung ditulis terlebih dahulu, gres diikuti nama jalan. Berikut contohnya:

New Plaza
12 London Road


Menulis Nama Kota dan Daerah

Tulis nama kota dan kawasan penulis surat, jikalau kota tersebut sangat besar dan terkenal, (seperti jakarta, surabaya), tidak perlu dicantumkan. Dibelakang nama kota cukup dicantumkan arahan pos tanpa tanda titik. Jika Anda menulis surat ke luar negeri, tuliskan nama negara pada baris terpisah/dibawah. Tiap-tiap baris diakhiri dengan tanda koma kecuali baris terakhir. Contoh:

New Plaza,
18 King Road,
Essex,
England FH4 6PX

Catatan: Untuk mempunyai suatu ciri khas, beberapa perusahaan tidak menyertakan tanda koma dalam menuliskan alamat surat.

Menulis Kode Pos

Penulisan arahan pos pada sampul surat (amplop) harus selalu dicantumkan tersendiri pada baris paling bawah dengan jarak (spasi) lebih renggang. Hal ini memudahkan bab penyortir/pencatat surat.

Mr. F. Anderson
New Plaza
18 King Road
Essex,
England
FH4 6PX

 Menulis Tanggal

Penulisan tanggal biasanya dibawah alamat, diikuti bulan dan tahun. Tanggal tersebut lazimnya ditulis dengan angka/bilangan urut. (1st, 2nd, 3rd, 4th, dst.) Namun dapat juga ditulis: 1 Februari 2014 atau dapat juga disingkat 1.2.2014. Di Amerika nama bulan dicantumkan didepan tanggal. Februari 1, 2014, (2.1.2014).

Menulis Nama Orang

Penulisan nama orang yang Anda tuju, dibawah alamat Anda pada samping kiri halaman surat. Jika tidak mengenal namanya, sebutkan jabatannya (seperti The Manager, atau yang lain).

The Manager,
Green Park Hotel,
35 High Street,
London H7 9AW

Salam Pembuka

Salam pembuka pada bahasa inggris sering memakai kata Dear... kata ini merupakan kata paling umum untuk memulai kalimat surat. Tulislah kalimat Dear pada samping kiri baris pertama yang diikuti tanda koma.

Jika Anda menulis surat untuk satu orang, ucapkan Dear Sir.
Jika ditujukan kepada lebih dari satu orang dalam sebuah perusahaan, ucapkan dengan goresan pena Dear Sirs.
Jika surat tersebut diawali Dear Sir, atau Dear Sirs, harus ditutup dengan Yours Faithfully.
Jika nama orang yang dituju tersebut sudah dikenal, maka sebutkanlah namanya, contohnya Dear Mr. Joko. Tutuplah surat tersebut dengan Yours sincerely.
Jika ditujukan kepada seorang wanita, ucapkanlah Dear Mrs. Ani.
Jika tidak diketahui sudah menikah atau belum, dapat ditulis Dear Ms..., jika namanya belum diketahui, tulislah Dear Madam.

Isi Surat

Pada umumnya surat-surat bisnis terdiri atas tiga alinea. Alinea Pertama biasanya pendek, mengambarkan ihwal maksud surat, contohnya ucapan terima kasih atas surat yang pernah dikirimkan pada kita. Seperti pola berikut.

I have seen your advertisement for new books. I am writing to ask about the prices.
Saya telah membaca iklan ihwal buku-buku gres Saudara. Dengan surat ini saya ingin mengetahui harga buku tersebut.

Alinea Kedua menerangkan tujuan kita menulis surat tersebut.

I want books about business letters, and if you have one, i shall write and order twenty copies.
Saya menginginkan buku-buku surat bisnis, jikalau Saudara memilikinya, saya akan memesan dua puluh buku.

Alinea Ketiga menerangkan tahapan selanjutnya pada perusahaan pemasang iklan tadi.

When I have your answer, I will write and send a money order for the books. 
Jika saya memperoleh jawaban, saya akan mengirimkan wesel untuk buku-buku tersebut.

Setelah menuntaskan isi surat, berilah jarak untuk menuliskan Yours Faithfully atau Yours Sincerely pada baris berikutnya. Letakkan di samping kiri atau samping kanan, sedikit ketengah sesuai dengan tata letak yang normal.

Secara umum dapat dikatakan bahwa setiap gagasan gres boleh mempunyai alinea gres pula. Dengan demikian, dalam surat bisnis kita tidak terpaku hanya pada alinea pembukaan dan penutup.

 
Berbagai surat ucapan sering kita jumpai sehari-hari baik itu secara individu maupun secara organisasi. Bermacam ucapan tersebut antara lain Surat Ucapan Terima Kasih, Ucapan Belasungkawa, Ucapan Selamat. Dan surat ucapan lainnya.

Surat Pernyataan Terima Kasih

Surat terima kasih ditujukan kepada seseorang yang telah melaksanakan hal yang sangat penting, menyenangkan, atau mendatangkan manfaat bagi kita (misalnya: bantuan, permintaan makan, wawancara, memberi daerah untuk menginap dan lain sebagainya.

Isi surat ucapan terima kasih lebih banyak mengandung makna kesopanan dan respek yang dituangkan secara nrimo untuk menggambarkan perasaan bahagia atas perlakuan baik yang telah diterima dari orang lain.

Berbagai kalimat-kalimat penting dalam surat pernyataan terima kasih sanggup dilihat dibawah ini:
  1. Saya ucapkan banyak terima kasih atas kesediaan Saudara untuk menuliskan surat acuan kepada PT Taruna Jaya untuk kepentingan saya.
  2. Terima kasih atas kebaikan Saudara; perjalanan bisnis saya sangat menyenangkan berkat Saudara.
  3. Saya ingin memberikan banyak terima kasih atas perjuangan Saudara.
  4. Waktu Saudara sangat berharga dan saya yakin tidaklah gampang untuk mengganggu jadwal kesibukan Saudara. Namun, apa yang telah Saudara lakukan untuk saya ialah sangat penting.
  5. Setelah saya mengadakan pertemuan dengan Saudara dan para karyawan lainnya di Perusahaan Saudara hampir sepanjang hari pada senin yang lalu, sungguh menyenangkan memperoleh kesempatan beristirahat di daerah tinggal Saudara yang indah itu.
 Berbagai surat ucapan sering kita jumpai sehari Surat Ucapan Terima Kasih, Belasungkawa, Ucapan Selamat
ucapan terima kasih

Surat Ucapan Selamat

Banyaknya orang yang sibuk dalam banyak sekali bidang menyerupai aktivitas bisnis, politik, pemerintahan, sosial, keagamaan, dan bidang lain.  Membuat kita sering melihat orang mengucapkan selamat atas prestasi atau rezeki yang telah diterima oleh orang lain di membuatkan bidang tersebut.

Dalam pergaulan profesional, untuk memupuk kekerabatan biar lebih serasi selayaknyalah mengucapkan selamat atas prestasi atau rezekinya tersebut.

Kalimat-kalimat yang sering dipakai pada surat ucapan selamat ialah sebagai berikut:
  1. Saya gembira alasannya saya tahu Anda telah ulet bekerja selama bertahun-tahun bersama Indomaret.
  2. Selamat dan semoga berhasil Jaka, atas posisi Anda yang gres sebagai pemimpin.
  3. Saya gembira mendengar Anda terpilih sebagai pimpinan Perusahaan PT Buana Citra.
  4. Saya beruntung mempunyai seseorang yang berdedikasi menyerupai Anda yang mempunyai jiwa kepemimpinan untuk posisi penting ini.
  5. Selamat atas pengangkatan Anda sebagai Partern Jaka Tour and Travel.

Ucapan Belasungkawa

Ucapan belasungkawa disampaikan kepada seseorang yang sedang mengalami tragedi alam atau insiden lain yang menyedihkan. Pesan yang tertulis dalam surat bela sungkawa ini menyatakan rasa turut berduka cita biar pernyataan tersebut sanggup mengobati kesedihannya.

Kepada seseorang yang sudah usang kita kenal atau berafiliasi akrab, ucapan belasungkawa sanggup disampaikan melalui kartu, surat, maupun karangan bunga.

Kalimat-kalimat yang sering dipakai pada ucapan belasungkawa ialah sebagai berikut.
  1. Saya telah mengetahui kehilangan yang sangat menyedihkan yang Anda rasakan.
  2. Saya ingin memberikan betapa saya turut berduka cita.
  3. Walaupun hanya beberapa hari saya sempat mengalami saat-saat yang menyenangkan bersama Ibu Anda, saya tahu betul bahwa dia sangat mengasihi dan gembira terhadap Anda.
  4. Saya telah mendengar kabar bahwa Lina meninggal dunia. Saya merasa sangat sedih dan ingin memberikan sedih cita yang nrimo dan dalam.
  5. Terimalah rasa sedih cita saya yang dalam ini, juga untuk keluarga anda.
Materi lainnya sanggup dilihat pada Fungsi dan Contoh Memorandum

Dalam kehidupan sehari-hari baik itu dalam kehidupan langsung maupun bisnis, sering terjadi hal-hal yang diluar perhitungan kita. Misalnya, surat lamaran kerja pada perusahaan A ternyata dibalas dengan surat penolakan. Ataupun sebaliknya kita menciptakan sepucuk surat penolakan kepada pihak lain.

Tidak jarang kita mendapatkan jawaban atau reaksi negatif, bahkan antagonis dari mereka. Hal ini disebabkan pihak tersebut menganggap permohonannya benar dan sanggup diterima. Tanggapan terhadap penolakakn tersebut mempunyai variasi sesuai dengan isi, sifat dan maksud dari penolakan tersebut.

hari baik itu dalam kehidupan langsung maupun bisnis Membuat Surat Penolakan yang Baik

Jika penolakan disampaikan dengan nada yang tidak bijaksana, tentu akan mengundang reaksi yang berlawanan (oposisi), namun sebaliknya bila penolakan itu disampaikan dengan nada halus dan bijaksana, mungkin mereka akan mendapatkan dan menghargai.

Sebagai conto, apabila surat penolakan tersebut diawali dengan kalimat "Tidak bisa, maaf kami tidak sanggup memenuhi undangan Saudara" , sudah niscaya akan menciptakan sipembaca tersinggung dan marah. Oleh lantaran itu, dalam menulis surat penolakan, kita harus pandai-pandai menciptakan kesan biar penolakan tersebut tidak dirasakan oleh pembacanya. Semua itu harus dilakukan demi terpeliharannya korelasi yang baik.

Beberapa hal yang perlu diungkapkan dalam surat penolakan biar terkesan santun yaitu sebagai berikut:

  1. Pernyataan/pengakuan telah mendapatkan permohonan.
  2. Menerangkan situasi/alasan sehingga perlu menciptakan penolakan.
  3. Penolakan harus disampaikan dengan tenang, halus dan bijaksana.
  4. Saran yang konstruktif atau rencana pilihan.
  5. Pendekatan untuk kepentingan bisnis.
  6. Penutup dengan nada yang bersahabat.
Selain faktor diatas, faktor lain yaitu ketepatan dan kecepatan dalam mengirim surat penolakan. Memang, semua surat harus dibalas dengan segera. Namun, keecpatan dalam memberikan penolakan yaitu sangat penting terutama wacana hal yang bersangkutan dengan permintaan, claim, order.

Dengan demikian kita telah memberi kesempatan pada orang yang bersangkutan untuk mencari alternatif lain tanpa harus menunggu berlarut-larut.


Walaupun perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat pesat ibarat telepon, faksimile, telepon genggam, televisi, radio, telegram, komputer dan lain sebagainya, namun surat masih merupakan sarana penghubung/komunikasi yang sangat penting bagi seseorang, kelompok, maupun organisasi bisnis.

 Walaupun perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat pesat ibarat  Fungsi Surat Bisnis/Niaga

Selain sebagai sarana komunikasi, surat bisnis atau surat niaga mempunyai fungsi sebagai berikut.
  1. Surat bisnis berfungsi sebagai wakil atau duta bagi pengirim surat. Dalam kaitannya dengan dunia bisnis, surat bisnis berfungsi sebagai pembawa pesan-pesan bisnis dari pengirim pesan kepada pihak lain. Karena surat bisnis sanggup berfungsi sebagai wakil dari pengirim surat, maka pengirim surat biasanya perlu memperhatikan banyak sekali kaidah penting dalam penulisan surat, contohnya objektif, sistematis, sederhana, dan gampang dipahami serta jelas.
  2. Alat untuk memberikan pemberitahuan, undangan atau permohonan, buah pikiran atau gagasan yang berkaitan dengan masalah-masalah bisnis, contohnya surat undangan informasi produk baru, surat penawaran produk baru, surat pemesanan produk, surat penagihan, surat penerimaan, surat penolakan, dan surat pengaduan (klaim).
  3. Alat bukti tertulis, contohnya surat perjanjian jual-beli, surat perintah kerja, surat kerja sama, surat bukti tanda terima, dan faktur. Melalui surat-surat bisnis yang sanggup digunakan sebagai alat bukti tertulis, seseorang sanggup melaksanakan  pengecekan atas banyak sekali acara bisnis yang telah dilakukan pada masa lalu, sehingga sanggup digunakan sebagai materi untuk memprediksi acara bisnis masa depan.
  4. Alat untuk mengingat, contohnya surat-surat bisnis yang diarsipkan saat diperlukan sanggup dilihat atau dicek kembali untuk mengingat banyak sekali acara yang telah dilakukan dimasa kemudian atau sebelumnya.
  5. Bukti sejarah (historis), contohnya surat-surat izin pendirian usaha, surat kepailitan usaha, surat penggabungan perjuangan (merger). Surat-surat bisnis tersebut menjadi catatan yang sangat berharga sebagai bukti historis dalam dunia bisnis.
  6. Pedoman kerja, contohnya surat keputusan dan surat perintah (instruksi kerja). Surat-surat bisnis tersebut berfungsi sebagai anutan atau contoh dalam melaksanakan suatu acara bisnis.
  7. Media promosi bagi pengirim surat. Dalam perkembangannya, surat bisnis sanggup digunakan oleh si pengirim surat untuk mempromosikan perusahaan termasuk produk-produk yang dihasilkan kepada pihak lain baik perorangan maupun instansi/perusahaan. Misalnya surat perkenalan perusahaan, surat penawaran produk, dan surat pemberitahuan.
Surat mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan alat komunikasi lisan, antara lain sanggup menghindari kesalahpahaman dalam berkomunikasi alasannya ialah perngirim pesan sanggup mempersiapkannnya dengan sebaik-baiknya dan sejelas-jelasnya.

Disamping itu, penyampaian pesan-pesan bisnis memungkinkan pembaca sanggup membacanya berulang-ulang, sehingga apa yang disampaikan dala surat tersebut sanggup dipahami sebaik-baiknya.

Kelebihan lain yang tidak kalah pentingnnya ialah penyampaian pesan-pesan bisnis dengan surat lebih hemat jika dibandingkan dengan penyampaian pesan-pesan bisnis melalui telepon atau telegraf.

Rabu, 27 Maret 2019

 Surat peringatan ialah surat yang dibentuk dan dikeluarkan oleh instansi atau perusahaan y Jenis dan Kegunaan Surat Peringatan

Surat peringatan ialah surat yang dibentuk dan dikeluarkan oleh instansi atau perusahaan yang ditujukan kepada karyawan atau kekerabatan yang melanggar ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan.

Surat peringatan sanggup dibedakan atas surat peringatan jabatan, dan surat peringatan niaga.

Surat Peringatan Jabatan

Surat peringatan jabatan ialah surat peringatan yang dikeluarkan oleh kantor atau instansi untuk para karyawannya yang melanggar peraturan kedinasan yang telah ditetapkan. Misalnya; seseorang karyawan yang sering tidak masuk kerja tanpa mengirimkan surat pemberitahuan kepada pimpinan. Hal ini sering ia lakukan hingga berulang kali. Bagi karyawan tersebut, sepatutnya pimpinan mengatakan surat peringatan.

Sebelum pimpinan mengirimkan surat peringatan hendaknya memanggil karyawan tersebut dan diajak bicara atau obrolan dari hati ke hati, mengapa ia melaksanakan hal-hal semacam itu. Bila hal ini tidak membuahkan hasil sehingga karyawan tersebut mengulangi perbuatannya, maka pimpinan mengirimkan surat peringatan.

Surat peringatan dikirimkan secara sedikit demi sedikit yaitu:
  1. Peringatan pertama bersifat mengingatkan kepada karyawan akan perilaku dan kelakuannya yang sering tidak masuk kerja tanpa ada alasan dan pemberitahuan.
  2. Surat peringatan kedua isinya lebih keras lagi dengan bahaya tidak naik tingkat, tidak punya prestasi dan mungkin karyawan tersebut akan diskor.
  3. Surat peringatan ketiga lebih keras lagi, karyawan tersebut kemungkinan akan dikeluarkan tanpa hormat.
Surat peringatan jabatan pada umumnya berbentuk formulir. Petugas tinggal mengisinya sesuai dengan maksud dan tujuannya.

Surat Peringatan Niaga

Surat peringatan niaga ialah surat peringatan dari perusahaan yang mempunyai posisi sebagai kreditur mengirimkan suratnya kepada pihak debitur untuk mengingatkan perihal hutang yang belum dilunasi sementara tanggal pelunasan sudah melapaui waktu jatuh tempo.

Relasi yang tidak menepati komitmen atau melanggar komitmen yang sudah disepakati bersama harus menerima peringatan. Tetapi walaupun demikian pihak kreditur tetap harus menjaga korelasi baik. Bentuk dan caranya harus dimulai dari hal yang paling sederhana, ibarat dengan mengirimkan salinan faktur atau kartu peringatan tercetak, lalu gres dengan surat peringatan kalau kedua cara tersebut tidak berhasil.

Dalam surat peringatan niaga/bisnis pengirimannya juga dilakukan secara bertahap, yaitu;
  1. Surat peringatan pertama tidak eksklusif menagih hutang, tetapai memperlihatkan terlebih dahulu, gres lalu diselipkan kalimat-kalimat yang tujuannya mengingatkan debitur, atau pada waktu memperlihatkan barang dilampirkan rekening yang belum lunas.
  2. Surat peringatan kedua, eksklusif pada sasarannya yaitu mengingatkan lagi rekening dan utang yang belum dilunasi dengan cara yang lebih tegas.
  3. Surat peringatan ketiga, lebih keras lagi disertai penyesalan dari perilaku debitur yang ingkat janji.

Kegunaan Surat Peringatan

Surat peringatan jabatan maupun surat peringatan niaga/bisnis mempunyai banyak sekali kegunaan seperti:
  1. Untuk mengingatkan kepada yang bersangkutan supaya melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh disiplin.
  2. Supaya menerima perhatian dari pihak-pihak lainnya, bahwa ketidakdisiplinan dan ketidaktertiban tidak akan dibiarkan berlangsung terus.
  3. Untuk mengingatkan kepada pihak debitur perihal utangnya, kemungkinan debitur lupa terhadap hutangnya.
  4. Untuk mengajak saling menjaga nama baik antara pihak debitur dan pihak kreditur.
  5. Untuk saling membantu mencari jalan keluar antara pihak yang terkait, alasannya kemungkinan karyawan tersebut mempunyai dilema sehingga melalaikan kewajibannya.

Lainnya sanggup dibaca Fungsi Surat Bisnis/Niaga


surat keputusan wacana juknis pemberlakuan k Surat Keputusan dan Susunannya
surat keputusan wacana juknis pemberlakuan k13

Surat keputusan ialah surat yang dikeluarkan oleh instansi atau organisasi yang diwakili oleh pimpinan yang tertinggi yang berisi pernyataan memutuskan sesuatu hal yang bekerjasama dengan tertib organisasi yang bersangkutan.

Hal-hal yang perlu diatur dengan surat keputusan alasannya ialah biasanya bersifat penting dan sangat memilih kebijakan atau acara perusahaan tersebut. Surat keputusan hanya boleh dikeluarkan dan dibentuk oleh pejabat yang berhak menciptakan dan mengeluarkannya.

Suatu perubahan terhadap isi yang telah ditetapkan dalam surat keputusan hanya sanggup dirubah dengan surat keputusan yang lain, tidak sanggup dirubah dengan surat biasa.

Surat keputusan banyak dikeluarkan oleh dinas pemerintahan, tetapi swasta juga ada yang mengeluarkan, hanya saja tidak sebanyak dan sesering surat keputusan dinas pemerintahan.

Susunan dan Isi Surat Keputusan

Surat keputusan berisi pernyataan yang mengikat semua pihak yang terlibat dan kedudukan surat keputusan terletak di tingkat teratas. Bila kita bandingkan dengan surat yang lainnya, surat keputusan pun harus ditandatangani oelh pejabat tertentu atau pimpinan tertinggi organisasi.

Surat keputusan dibentuk atau dikeluarkan untuk kepentingan sebagai berikut:
  1. Untuk memutuskan atau mengubah status atau kedudukan seseorang anggota atau pegawai maupun barang atau material.
  2. Untuk mensahkan berlaku atau tidaknya suatu goresan pena dinas.
  3. Untuk membentuk, mengubah status atau membubarkan suatu kesatuan organisasi atau instansi perusahaan.
  4. Untuk menyerahkan wewenang tertentu kepada seorang pejabat (pendelegasian wewenang).
  5. Untuk mensahkan berlakunya suatu petunjuk pedoman, undang-undang dan lain-lain.
Surat keputusan juga sanggup memuat hal-hal berikut ini.

Masalah Kepegawaian, meliputi:
  1. Pengangkatan
  2. Promosi
  3. Instansi
  4. Cuti
  5. Hukum administrasi
  6. Pensiunan
Masalah Peraturan, antara lain:
  1. Tata tertib
  2. Pedoman surat menyurat
  3. Anggaran dasar atau anggaran rumah tangga.
Masalah Pelaksanaan, antara lain:
  1. Pelaksanaan ujian
  2. Pelaksanaan kelulusan
  3. Hukuman untuk siswa
Masalah pelimpahan wewenang, seperti keputusan kepada seorang pejabat untuk memangku jabatan yang baru.

Secara terperinci susunan surat keputusan sanggup dilihat sebagai berikut:
  1. Kepala surat keputusan
  2. Nomor surat keputusan
  3. Hal atau tentang
  4. Nama jabatan pejabat yang berwenang mengeluarkan surat keputusan
  5. Konsideran
  6. Diktum
  7. Kaki surat keputusan
  8. Distribusi surat keputusan
Berikut ini klarifikasi secara rinci susunan surat keputusan diatas.

1. Kepala Surat Keputusan, terdiri dari
  1. Lambang Universitas, Instansi, Jawatan atau Perusahaan.
  2. Kata keputusan berada di tengah-tengah dan dibawahnya dituliskan nama jabatan pejabat yang berwenang mengeluarkan surat keputusan. Semuanya ditik dengan abjad kapital. Atau setelah kata keputusan pribadi pada nomor keputusan.
2. Nomor dapat disingkat menjadi No.
3. Hal atau Tentang, bab ini berisi intisari keputusan secara ringkas dan terang ditik dengan abjad kapital.
4. Nama jabatan, pejabat yang berwenang ditik dengan abjad kapital.
5. Konsideran, Konsideran berasal dari kata Considere (bahasa latin) yaitu merupakan alasan-alasan dan pertimbangan-pertimbangan yang menjadi dasar atau dikeluarkannya surat keputusan. Biasanya terdiri dari kalimat-kalimat sebagai berikut:
  1. Membaca, yang diikuti oleh uraian wacana isi surat yang telah diterima pejabat pembuat keputusan tersebut.
  2. Menimbang, yang diikuti oleh pertimbangan, tujuan atau alasan mengapa surat keputusan perlu dikeluarkan.
  3. Mengingat, yang diikuti oleh peraturan-peraturan, oleh undang-undang atau keputusan-keputusan dari pejabat yang lebih tinggi atau berwenang, sehingga maksudnya surat keputusan tersebut sanggup dipertanggungajawabkan dan memiliki landasan aturan yang kuat.
  4. Memperhatikan atau mendengarkan, bila dibutuhkan sanggup ditambah dengan kalimat-kalimat ini yang diikuti oleh uraian wacana ketentuan-ketentuan atau tulisan-tulisan dinas atau pendapat pejabat lain yang perlu menerima perhatian dan didengarkan dalam pembuatan keputusan tersebut.
6. Diktum, berisi rumusan wacana keputusan yang diambil oleh pejabat yang berwenang menurut konsideran. DIKTUM diambil dengan kata MEMUTUSKAN (ditulis dalam abjad kapital), disusul sebelah kirinya oleh kata Menetapkan: selanjutnya disebutkan apa yang diputuskan itu dengan kalimat-kalimat yang diawali oleh kata-kata pertama; kedua; ... ketiga; .... keempat, .... dan seterusnya.

7. Kaki surat keputusan, yang berfungsi sebagai salam epilog yang terdiri dari;
  1. Tempat dikeluarkannya surat keputusan yang didahului dengan kata contohnya Ditetapkan di Medan;
  2. Tanggal, bulan dan tahun yang didahului dengan kata-kata pada tanggal .... misalnya, pada tanggal 5 April 2015;
  3. Tanda tangan pejabat yang berwenang.
  4. Nama terang pejabat yang berwenang;
  5. Nomor Induk Pegawai (NIP);
  6. Cap dinas atau instansi yang bersangkutan.
8. Distribusi, adalah tembusan yang memuat daftar pihak-pihak yang mendapatkan salinan tersebut, alasannya ialah ada kaitan dengan isi surat keputusan tersebut.

Contoh surat keputusan sanggup dilihat pada Permendikbud No 160 Tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan 2014

Catatan:


  1. Dalam surat keputusan ada yang dibentuk salinan dan kutipan. Salinan ialah yang dikirimkan kepada pihak-pihak yang terkait dengan isi surat keputusan tersebut, maka pada waktu ditulis dibentuk beberapa rangkap. Rangkap yang kedua dan ketiga inilah yang dikirimkan. Sedangkan Kutipan dikirimkan kepada pegawai atau orang yang terkena atau menerima keputusan tersebut. Dalam kutipan tidak memuat konsideran secara keseluruhan atau lengkap cukup dengan:
    Membaca          : dan seterusnya
    Menimbang        : dan seterusnya
    Mengingat          : dan seterusnya
    Memperhatikan  : dan seterusnya

    kecuali kalau memang penting sekali dan perlu diketahui oleh pegawai atau orang yang bersangkutan, surat keputusan yang orisinil pada pejabat yang bersangkutan.
  2. Setiap kalimat dalam konsideran dan diktum diakhiri dengan titik koma (;), misalnya: Meningat : Undang-undang No. 2;
  3. Subjek dalam surat keputusan ialah orang ketiga, maka tidak menggunakan kata ganti, kami, saya, dia, atau kita karena subjek dalam surat keputusan ialah pejabat yang berwenang menciptakan dan mengeluarkan surat keputusan tersebut maka yang dicantumkan nama jabatan pejabat tersebut.
    Misalnya;
    - MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN;
    - REKTOR
    - DEKAN, dan lain sebagainya.
Bila kita ambil kesimpulan maka surat keputusan (SK), yaitu surat pernyataan untuk memperlihatkan suatu keputusan sesuai dengan suara surat keputusan yakni:
  1. Bagian I hingga dengan kata "MEMUTUSKAN" (huruf besar semua)
  2. Bagian II setelah kata "MEMUTUSKAN" (huruf besar semua)
  3. Bagian III yang menyebutkan kepada siapa salinan dan kutipan Surat Keputusan itu dikirimkan.
Berikut penjelasannya:

Bagian I desebut KONSIDERAN yang diambil dari bahasa latin yang berarti Con = dengan (sebagai awalan) sidere = mempertimbangkan.

Bagian I memuat:
  1. alasan pembuatan atau derma Surat Keputusan
  2. adanya pertimbangan-pertimbangan
  3. peraturan-peraturan yang menjadi dasar untuk memperlihatkan putusan (adanya dasar aturan putusan tersebut)
istilah-istilah yang ddigunakan di dalam KONSIDERAN Surat Keputusan, yaitu sebagai berikut:
  • MEMBACA, dibelakang ini disebutkan surat yang telah diterima pejabat yang menciptakan surat keputusan tersebut.
  • MENIMBANG, dibelakang kata ini disebutkan apa yang menjadi pertimbangan untuk memperlihatkan keputusan.
  • MENDENGAR/MEMPERHATIKAN, kata ini digunakan kalau ada pejabat lain atau bada yang harus didengar pendapatnya untuk menciptakan keputusan.
  • MENGINGAT, kata ini disusul dengan menyebutkan peraturan-peraturan dan surat-surat yang digunakan untuk dasar menciptakan surat keputusan. Peraturan-peraturan dan surat-surat dapt dibedakan menjadi dua bagian, yaitu peraturan-peraturan dan surat-surat yang mengatur persoalannya dan peraturan-peraturan yang memutuskan hak ke kuasaan untu menciptakan surat keputusan.

Bagian II memuat:

Bagian ini dinamakan DIKTUM (Latin = menyatakan) yang memuat keputusan atau keputusan-keputusan yang diambil oleh pejabat yang menciptakan Surat Keputusan itu. Bila keputusan ini menyangkut atau membawa konsekuensi keuangan, keputusan itu diakhiri dengan kata-kata, menyerupai ketentuan, bahwa apabila penetapan ini ternyata tidak benar, hal itu akan ditinjau kembali dan ditetapkan lagi.

Bagian III memuat:

Kepada siapa salinan Surat Keputusan harus dikirim, dietntukan dalam peraturan-peraturan mengenai persoalan-persoalan serta peraturan-peraturan yang menyangkut hal-hal yang berlaku pada instansi masing-masing.

Kutipan: Surat Keputusan dikirimkan kepada pegawai yang terkena keputusan di dalam diktum Surat Keputusan tersebut.

Tidak semua Surat Keputusan memiliki bab yang menyebutkan kepada siapa salinan atau putusan atau kutipan yang dikirimkan. Dari Surat Keputusan yang memilih ketentuan-ketentuan umum tidak dibuatkan salinan atau kutipan. Surat-surat Keputusan sanggup diberikan untuk perseorangan dan juga sanggup untuk beberapa orang.

Surat lainnya sanggup dilihat pada Jenis dan Kegunaan Surat Peringatan

 Surat perjanjian ialah surat yang berisikan pernyataan seseorang atau lebih yang saling  Surat Perjanjian


Pengertian Surat Perjanjian

Surat perjanjian ialah surat yang berisikan pernyataan seseorang atau lebih yang saling mengikatkan dirinya dengan orang lain untuk melaksanakan sesuatu perbuatan hukum. Kaprikornus dengan dilakukannya perbuatan aturan ini, maka timbullah hak dan kewajiban antara para pihak yang berkepentingan.

Pada dasarnya orang yang menciptakan surat perjanjian ialah sebagai tanda bukti telah terjadinya suatu perjanjian yang mereka sepakati. Dengan demikian sanggup dikatakan bahwa surat perjanjian ini berfungsi sebagai alat bukti bila dalam pelaksanaanya salah satu pihak tidak menepati janjinya atau melanggar ketentuan-ketentuan yang telah disepakatai dalam surat perjanjian tersebut.

Untuk lebih memperkuat perjanjian yang telah mereka buat, adakala para pihak masih perlu kehadiran pihak ketiga untuk menyaksikan pembuatan perjanjian tersebut. Oleh lantaran itu di dalam surat perjanjian, selain terdapat tanda tangan (tanda persetujuan) para pihak juga terdapat tanda tangan pihak ketiga sebagai saksi.

Dengan demikian sanggup disimpulkan bahwa suatu surat perjanjian tanpa disertai tanda tangan para pihak, secara aturan tidak memiliki kekuatan. Atau dengan kata lain surat perjanjian itu dianggap tidak berlaku atau sah.

Syarat-syarat Perjanjian

Agar suatu perjanjian sanggup dikatakan sah, harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  1. adanya kesepakatan dari para pihak terkait.
  2. kecakapan/kemampuan mengadakan perjanjian
  3. adanya objek tertentu
  4. sesuatu sebabyang dibolehkan.
syarat pertama dan kedua disebut juga sebagai syarat subjektif, artinya syarat-syarat yang menyangkut perihal orangnya. Jika syarat-syarat ini tidak dipenuhi berarti perjanjian sanggup dibatalkan, maksudnya perjanjian itu gres dianggap batal sehabis adanya putusan hakim yang membatalkan perbuatan aturan tersebut.

Dengan demikian selama tidak dibatalkan (oleh hakim) atas usul pihak yang berkepentingan maka perjanjian itu tetap mengikat para pihak.

Syarat ketiga dan keempat disebut juga sebagai syarat objektif, maksudnya syarat-syarat yang menyangkut perihal objeknya. Jika syarat ini tidak dipenuhi berarti perjanjian batal demi hukum, artinya dari semula dianggap tidak pernah dilahirkan suatu perjanjian dan tidak pernah ada suatu perikatan. Untuk lebih jelasnya berikuti ini dikemukakan syarat sah perjanjian.

a. Kesepakatan diantara para pihak 
Yang dimaksud "kesepakatan" atau "kata sepakat" disini ialah bertemunya dua kehendak atau keinginan, atau terjadinya persesuaian kehendak. Timbul kehendak atau impian itu tidak didasarkan atas paksaan, kekhilafan atau penipuan dari salah satu pihak, melainkan betul-betul lahir dari lubuk hatinya. Kehendak itu sanggup dinyatakan secara tegas dan sanggup pula secara diam-diam.

b. Cakap untuk menciptakan perjanjian
Seorang dinyatakan cakap untuk menciptakan perjanjian, kalau ia telah remaja atau tidak berada di bawah pengampunan/pengawasan.

c. Suatu objek tertentu
Yang menjadi objek perjanjian itu harus terang dan tertentu atau paling tidak sanggup ditentukan jenisnya, contohnya jual beli sepeda motor, rumah dan lain sebagainya.

d. Sebab causa yang halal
Maksudnya ialah menciptakan perjanjian dengan isi yang dibenarkan dan tidak bertentangan dengan undang-undang, ketertiban umum dan kesusilaan. Misalnya, mengadakan jual beli narkoba, maka jelas-jelas perjanjian ini batal demi aturan lantaran bertentangan dengan undang-undang.

Macam-macam Surat Perjanjian

Surat perjanjian sanggup dibedakan atas dua macam, yaitu perjanjian dua pihak (timbal balik) dan perjanjian sepihak. Suatu perjanjian dikatakan dua pihak apabila dalam perjanjian itu menjadikan kewajiban bagi kedua belah pihak yang mengadakannya. Misalnya perjanjian jual beli, sewa menyewa, tukar menukar.

Perjanjian sepihak, apabila dalam perjanjian itu hanya menjadikan kewajiban kepada salah satu pihak saja, contohnya hibah. Sebagai pola si A menghibahkan rumah kepada si B, maka dalam hal ini terjadi ikatan korelasi antara A dan B yang menjadikan kewajiban bagi si A untuk menyerahkan rumah tersebut kepada si B.

Dalam prakteknya, surat perjanjian ini dibedakan atas dua macam yaitu surat perjanjian yang berbentuk sertifikat dibawah tangan, dan yang berbentuk sertifikat otentik.

Akta dibawah tangan, yaitu surat perjanjian yang dibentuk dan ditandatangani oleh para pihak yang mengadakannya. Akta otentik, yaitu surat perjanjian yang dibentuk oleh dan di hadapan pejabat yang ditunjuk oleh pemerintah contohnya Notaris. 

Dalam dunia perdagangan terdapat beberapa perjanjian yang dihauskan dengan sertifikat otentik, contohnya jual beli tanah atau rumah, pendirian PT, dan sebagainya.

Cara Menyusun Surat Perjanjian

Bila kita akan memubuat surat perjanjian maka hendaknya harus disusun sebagai berikut:

a. Judul Perjanjian
Judul perjanjian merupakan hal pokok perjanjian. Judul ini harus ditulis ditengah-tengah dengan karakter kapital atau karakter besar, misalnya:

- PERJANJIAN SEWA MENYEWA
- PERJANJIAN JUAL BELI
- PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

b. Nama-nama pihak yang mengadakan perjanjian
Nama orang atau tubuh aturan yang mengadakan perjanjian ditulis dengan cara yang didahului oleh kata-kata yang sudah biasa dipakai dalam surat perjanjian misalnya:

Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama     : ..................................
Jabatan   : ..................................
Alamat    : ..................................

contoh lain

Pada hari ............ tanggal ................... bulan ................. tahun................, kami yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama      : ..................................
Jabatan    : ..................................
Alamat     : ..................................
               sebagai pihak I

Nama      : .................................
Jabatan    : .................................
Alamat     : ................................
               sebagai pihak II

Apabila nama-nama tersebut mengenai nama orang, maka gunakan perkataan bertempat tinggal atau alamat, tetapi bila nama tubuh aturan atau perusahaan, perkataan yang dipakai berkedudukan di ....

Selanjutnya, bila nama-nama pihak yang mengadakan perjanjian itu akan disebutkan dalam pasal-pasal atau alinea-alinea berikutnya dalam surat perjanjian maka biar lebih singkat menyebutkannya, biasanya diadakan kependekan menyerupai in:
  • Pada perjanjian pada umumnya disebutkan pihak kesatu dan kedua
  • Dalam perjanjial jual beli biasa disebut sebagai pihak pembeli dan biasanya disingkat menjadi "Penjual dan Pembeli".
  • Dalam perjanjian sewa menyewa disebutkan "Yang menyewakan dan Penyewa".
  • Dalam perjanjian borongan, disebutkan pihak "Yang memborongkan dan Pemborong atau Kontraktor".

c. Pernyataan Kesepakatan
Dalam setiap perjanjian yang dibuat, haruslah mengandung permufakatan, contohnya dengan menyatakan sebagai berikut:
  1. Kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan perjanjian, menyerupai tersebut dalam pasal-pasal dibawah ini...
  2. Menerangkan: bersama ini telah mengadakan persetujuan sebagai berikut...
  3. Dengan ini menyatakan telah sepakat untuk mengadakan perjanjian dengan pokok-pokok ketentuan sebagai berikut.
d. Isi Perjanjian
Dalam isi perjanjian harus disebutkan objek-objek perjanjian, hak-hak dan kewajiban pihak-pihak yang mengadakan perjanjian, resiko ranggungjawab, dan lain-lain. Isi perjanjian harus sesuai dengan jenis dan macam perjanjian dan tidak merugikan salah satu pihak.

e. Saat dan jangka waktu berlakunya
Saat berlaku serta jangka waktu berlakunya perjanjian dan kemungkinan perpanjangannya. Hal ini sanggup dinyatakan sebagai berikut, misalnya:

  1. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal ................ hingga dengan tanggal ..........
  2. Perjanjian ini mulai berlaku pada tanggal ditandatangani dan berakhir hingga ada penarikan kembali.
  3. Perjanjian ini akan ditetapkan berlaku hingga dibatalkannya oleh salah satu pihak dengan memperhatikan waktu pemberitahuan tanggal .............. bulan ................. tahun ..........
f. Domisili
Domisili adalah daerah kedudukan berdasarkan hukum. Domisili ini perlu disebutkan dalam suatu perjanjian, lantaran ada kaitannya dengan penentuan wilayah aturan mana yang akna dipergunakan bila timbul suatu perselisihan. Contoh:
  1. ..........., kalau ternyata gagal, maka akan diselesaikan berdasarkan aturan dan kedua belah pihak menentukan domisili di Jakarta.
  2. Kedua belah pihak oke menentukan daerah kediaman umum yang tidak sanggup diubah lagi, yaitu Kantor Panitera Pengadilan Negeri Bandung, sehingga ..........
g. Penyelesaian Perselisihan
Penyelesaian perselisihan dalam suatu perjanjian biasanya dilakukan dalam dua tingkat.
  1. Tingkat pertama, diadakan secara kekeluargaan atau perdamaian.
  2. Tingkat kedua, secara aturan yaitu ditujukan kepada Pengadilan Negeri.
h. Klausal Penutup
Klausal epilog merupakan pecahan terakhir dari suatu perjanjian, yang biasanya disusun menyerupai pola dibawah ini:
  1. Perjanjian ini dibentuk diatas kertas bermaterai Rp......... dan akan ditaati serta dilaksanakan oleh kedua belah pihak sebagaimana mestinya.
  2. Demikianlah surat perjanjian ini dibentuk dan untuk diindahkan oleh kedua belah pihak.
  3. Isinya dibentuk dalam rangkap dua yang sama kuatnya dan ditandatangani di atas materai Rp........ oleh kedua belah pihak.
  4. Surat perjanjian ini dibentuk dan disaksikan oleh.........
  5. Demikianlah surat perjanjian ini dibentuk oleh kedua belah pihak di.......... pada hari......, tanggal.......... bulan........, tahun........, dengan disaksikan oleh........ .

contoh surat perjanjian:


SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH


Yang bertanda tangan dibawah ini:
  1. Nama             : ...........................
    Umur              : ..........................
    Pekerjaan       : ..........................
    Alamat            : ..........................
    Yang untuk selanjutnya disebut sebagai pihak pertama (yang menyewakan)
  2. Nama             : ...........................
    Umur              : ...........................
    Pekerjaan       : ...........................
    Alamat            : ...........................
    Yang selanjutnya disebut pihak kedua (yang menyewa atau penyewa)
Dengan ini pertanda bahwa para pihak telah sepakat untuk mengadakan perjanjian sewa-menyewa rumah dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut.

Pasal 1
Pihak pertama menyewakan kepada pihak kedua sebuah rumah untuk daerah tinggal dengan lantai ubin teraso, dinding tembok, atap genteng, berikut fasilitasnya, yang terletak di...........

Pasal 2
Sewa menyewa ini mulai berlaku semenjak perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak, yaitu tanggal ..........., bulan ..........., tahun ................, hingga dengan tanggal..........., bulan.........., tahun....... .

Pasal 3
Perjanjian sewa menyewa ini sanggup diperpanjang atas persetujuan kedua belah pihak, sekurang-kurangnya satu bulan sebelum jangka waktu sewa menyewa tersebut berakhir dengan syarat-syarat yang disetujui kedua belah pihak.

Pasal 4
Besarnya uang sewa rumah yang disepakati bersama ialah Rp............. (.......... rupiah) untuk jangka waktu satu tahun. Pembayaran uang sewa secara tunai oleh pihak kedua dilakukan pada tanggal .........., bulan........., tahun....... .

Pasal 5
Pihak kedua wajib memelihara rumah yang disewa menyerupai rumahnya sendiri. Pemakaian listrik dan air minum dari PAM ditanggung oleh pihak kedua.

Pasal 6
Pihak kedua diijinkan mengadakan perbaikan pada rumah yang disewanya, dengan ketentuan memberitahukan lebih dahulu kepada pihak pertama. Segala ongkos perbaikan ditanggung oleh pihak kedua.

Pasal 7
Pihak kedua tidak diijinkan untuk menyewakan sebagian atau seluruh rumah yang disewakannya kepada pihak ketiga. Jika ketentuan ini dilanggar, pihak pertama berhak mengakhiri perjanjian sewa menyewa ini tanpa perantaraan Pengadilan Negeri dan segala jawaban peniadaan ditanggung pihak kedua.

Pasal 8
Pihak pertama dijamin keamanannya selama menghuni rumah tersebut, dan tidak akan menerima gangguan hukum.

Pasal 9
Jika perjanjian berakhir tanpa diadakan perpanjangan sewa-menyewa, pihak kedua wajib segera mengosongkan rumah yang disewanya selambat-lambatnya satu ahad sehabis berakhirnya perjanjian ini.

Pasal 10
Hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diselesaikan dengan jalan musyawarah antara kedua belah pihak.

Pasal 11
Segala perselisihan yang mungkin terjadi antara kedua belah pihak mengenai perjanjian ini, akan diselesaikan secara kekeluargaan. Bila ternyata tidak berhasil diatasi, kedua belah pihak menentukan pengadilan Negeri ........ untuk menyelesaikannya.

Demikian surat perjanjian ini dibentuk dengan penuh kesadaran tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun, dan dibentuk dalam rangkap dua sebagai pengangan masing-masing pihak.

                                                                              DIBUAT DI            : ...................
                                                                              PADA TANGGAL :...................


          PIHAK KEDUA                                                    PIHAK PERTAMA
           (yang menyewa)                                                     (yang menyewakan)

                                                                                            materai Rp 6000

              (nama jelas)                                                            (nama jelas)

                                             SAKSI-SAKSI

              Saksi 1                                                                  Saksi 2

           tandatangan                                                          tandatangan

             (nama jelas)                                                          (nama jelas)


Surat sebelumnya Surat Keputusan dan Susunannya

 Formulir yaitu lembaran kartu atau kertas cetakan dengan kolom Teknik Pembuatan Formulir
contoh formulir

Formulir yaitu lembaran kartu atau kertas cetakan dengan kolom-kolom di dalamnya yang harus diisi dengan anka, jawaban, atau keterangan yang sesuai dengan keterangan dan arahan yang ada.

Formulir dibentuk untuk banyak sekali tujuan dan manfaat sebagai berikut:

  1. Menghemat waktu, alasannya yaitu tidak perlu menyalin berulang-ulang keterangan yang sama.
  2. Membuat keseragaman dan pembakuan kerja
  3. Mempermudah pembagian terstruktur mengenai data
  4. Mempermudah tata kerja, mekanisme kerja dan sistem kerja
  5. Alat dukungan instruksi
  6. Alat perencana alasannya yaitu di dalamnya terdapat data kualitatif dan kuantitatif.
  7. Alat pengawasan dan evaluasi.
Pemakaian formulit dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja. Oleh alasannya yaitu itu, setiap kantor perlu mengusahakan keseragaman dalam pembuatan, penggunaan, penyimpanan, dan pemeliharaan formulir.

Dalam Pembuatan formulir harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  1. Gunakan kertas yang cukup kuat, tetapi tidak terlalu tebal
  2. Sebaiknya gunakan abjad cetak, jangan menggunakan kertas yang berwarna putih. Jika menggunakan kertas yang berwarna, hendaknya dipilih yang warna muda.
  3. Gunakan lembaran yang cukup luasnya, sehingga masih mungkin untuk digunakan disposisi, arahan atau catatan lainnya.
  4. Pembuatan hendaknya mengatakan suatu citra yang sistematis wacana keterangan yang ingin diperoleh.
  5. Ukuran harus diubahsuaikan dengan kebutuhan pengisian dan penyimpanan.
  6. Apabila formulir akan dimasukkan ke dalam komputer atau mesin data processing maka harus diperhatikan ukuran dan tebal tipisnya kertas serta hendaknya diusahakan adanya jarak yang cukup antar kolom sehingga memudahkan proses berikutnya.
  7. Hendaknya dibentuk nomor seri dan kode tertentu yang sekaligus mengatakan wacana jumlah berapa lembar dan oleh siapa formulir itu dibuat.
Apabila formulir diciptakan, dirancang, dan dipergunakan secara tepat, formulir akan banyak menghemat waktu, tenaga, pifiran, ruang dan material dan memudahkan pengumpulan, pencatatan, pengelolaan, pengiriman, dan menyimpan keterangan-keterangan dalam setiap instansi. 

Boleh dikatakan tidak satu kantor manapun yang tidak menggunakan formulir. Namun sebaiknya jikalau pembuatan formulir tersebut dilakukan secara serampangan dan pertumbuhannya tidak dikendalikan, suatu instansi gampang dijangkiti suatu penyakit yang disebut "formitis", yaitu penciptaan formulir secara terus menerus untuk setiap macam urusan yang dianggap perlu sambil terus mempertahankan banyak sekali formulir usang yang sudah sangat banyak jumlahnya.

Untuk menciptakan formulir yang baik, perlu memperhatikan pedoman-pedoman berikut ini biar tercipta efisiensi dan terccegah penyakit formitis.
  1. Setiap formulir hendaknya memiliki kegunaan yang jelas. Jika dengan sehelai kertas biasa sanggup dikumpulkan dan disampakan keterangan-keterangan yang sama mudahnya, formulir tidak perlu diciptakan.
  2. Setiap macam formulir yang diciptakan hendaknya dilakukan standarisasi, terutama mengenai ukuran, jenis kertas, warnanya dan tipe hurufnya.
  3. Setiap formulir hendaknya dirancang dalam corak yang sederhana. Bagian yang tercetak yang diterapkan hendaknya menggunakan kata-kata yang terang dan tegas. Garis-garis yang tidak perlu hendaknya dihapuskan.
  4. Keterangan-keterangan yang dicantumkan pada formulir hendaknya diatur susunannya secara logis atau simpel sehingga memudahkan pengisian formulir itu. Jika perlu hendaknya dicantumkan petunjuk-petunjuk cara pengisian pada bab awal formulir.
  5. Bagian yang harus diisi dengan keterangan-keterangan hendaknya diberi ruang kososng yang cukup sehingga goresan pena sanggup jelas.
  6. Jika mungkin keterangan-keterangan yang perlu dituliskan oleh pengisi formulis sudah dicantumkan dengan diberi kotak-kotak sehingga tinggal diberi tanda tetentu pada kotak dari keterangan yang dimaksud atau dicoret-coret bagian-bagian yang tidak diperlukan.
  7. Setiap formulir hendaknya memiliki judul nama dan jikalau macamnya sudah banyak hendaknya diberi noomr kode.
  8. Apabila sesuatu macam formulir harus disimpan dalam berkas, hendaknya disediakan bab tepi yang kosong secukupnya untuk keperluan penjepitnya.
  9. Formulir yang akan digunakan keluar kantor hendaknya memuat nama organisasi yang bersangkutan, sedangkan formulir untuk keperluan ke dalam tidak perlu dibubuhi nama itu.
Contoh Formulir sanggup dilihat dan di Unduh pada tautan berikut Formulir penerimaan calon siswa baru