Rumah murah Pondok Dukuh Indah 5

Perumahan Pondok Dukuh Indah: snmptn

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murahini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Tampilkan postingan dengan label snmptn. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label snmptn. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Maret 2019

SMK bisa segera bersiap mendaftarkan diri pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Neg SNMPTN Bulan Februari 2015


JAKARTA - Siswa kelas XII SMA/SMK bisa segera bersiap mendaftarkan diri pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015. Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) akan membuka registrasi gratis SNMPTN pada Februari mendatang.

"SNMPTN akan menampung sekira 400 ribu mahasiswa gres di seluruh Perguruan Tinggi Negeri Indonesia. Kuotanya mencapai 50 persen," ujar Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M Nasir, di Gedung Dikti, Senayan, Jakarta, tadi malam.

Menurut Nasir, biaya registrasi SNMPTN akan sepenuhnya ditanggung negara. Selain itu, siswa yang tidak bisa juga tetap berkesempatan kuliah di Perguruan Tinggi Negeri dengan mendapat beasiswa bidikmisi.

"Semua harus kuliah, baik miskin maupun kaya. Anak miskin juga bisa kuliah di PTN," ungkapnya.

Nasir mengimbuhkan, hasil SNMPTN akan diumumkan satu ahad sesudah pengumuman hasil UN. Siswa yang belum berhasil lolos SNMPTN, bisa mendaftar melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Ujian Mandiri. SBMPTN akan menampung 30 persen dari total mahasiswa baru, sedangkan kuota Ujian Mandiri yakni 20 persen.

sumber berita http://news.okezone.com/read/2015/01/13/65/1091415/siap-siap-daftar-gratis-snmptn-februari-2015
SNMPTN resmi diluncurkan pada tanggal 15 Januari 2014 oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M. Nasir pada hari Kamis (15/1) di Auditorium Lantai 2 Gedung D, Ditjen Dikti, Senayan.  Dalam sambutannya, Menristekdikti menyampaikan sistem penyelenggaraan SNMPTN masih perlu dievaluasi, terlebih dengan adanya penggabungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek). Untuk itu, Menristekdikti berharap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sanggup merespon aktual adanya perubahan tersebut . “Hal ini demi kelancaran proses pembelajaran di negeri ini sesuai dengan Undang-Undang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional-red) dan Pendidikan Tinggi” ungkapnya.

Selain itu melalui laman dikti.go.id juga disampaikan Jadwal Resmi SNMPTN Tahun 2015 sebagai berikut

 Menristekdikti menyampaikan sistem penyelenggaraan SNMPTN masih perlu dievaluasi Jadwal Resmi SNMPTN Tahun 2015

Persyaratan untuk calon akseptor SNMPTN antara lain harus sudah berada di kelas terakhir pendidikan menengah (SMA/MA/SMK/MAK), mempunyai prestasi akademik, serta memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing PTN. Peserta diperbolehkan menentukan maksimal dua Perguruan Tinggi Negeri dengan ketentuan jikalau menentukan dua PTN, maka salah satu Perguruan Tinggi Negeri harus berasal dari provinsi yang sama dengan asal sekolah siswa. Untuk pemilihan prodi, akseptor sanggup menentukan maksimal tiga prodi dengan ketentuan satu Perguruan Tinggi Negeri maksimal dua prodi.

Untuk registrasi nantinya masing-masing sekolah dan siswa harus mengisi data terlebih dahulu melalui Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) di laman pdss.snmptn.ac.id yang kemudian akan diverifikasi. Sedangkan untuk registrasi prodi Perguruan Tinggi Negeri melalui laman snmptn.ac.id.

Sumber: http://dikti.go.id/blog/2015/01/15/snmptn-2015-resmi-diluncurkan/

 Berikut ini daftar Perguruan Tinggi Negeri pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi N Daftar Perguruan Tinggi Negeri SNMPTN 2015

Berikut ini daftar Perguruan Tinggi Negeri pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri SNMPTN tahun 2015.

1. Universitas Syiah Kuala
2. Universitas Malikussaleh
3. Universitas Sumatera Utara
4. Universitas Negeri Medan
5. Universitas Riau
6. Universitas Andalas
7. Universitas Negeri Padang
8. Universitas Jambi
9. Universitas Maritim Raja Ali Haji
10. Universitas Bengkulu
11. Universitas Sriwijaya
12. Universitas Lampung
13. Universitas Bangka Belitung
14. Universitas Indonesia
15. Universitas Negeri Jakarta
16. Institut Pertanian Bogor
17. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
18. Institut Teknologi Bandung
19. Universitas Padjadjaran
20. Universitas Pendidikan Indonesia
21. Universitas Diponegoro
22. Universitas Negeri Semarang
23. Universitas Jenderal Soedirman
24. Universitas Sebelas Maret
25. Universitas Gadjah Mada
26. Universitas Negeri Yogyakarta
27. Universitas Airlangga
28. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
29. Universitas Negeri Surabaya
30. Universitas Trunojoyo Madura
31. Universitas Brawijaya
32. Universitas Negeri Malang
33. Universitas Jember
34. Universitas Udayana
35. Universitas Pendidikan Ganesha
36. Universitas Mataram
37. Universitas Nusa Cendana
38. Universitas Tanjungpura
39. Universitas Palangkaraya
40. Universitas Lambung Mangkurat
41. Universitas Mulawarman
42. Universitas Borneo Tarakan
43. Universitas Sam Ratulangi
44. Universitas Negeri Manado
45. Universitas Negeri Gorontalo
46. Universitas Tadulako
47. Universitas Haluoleo
48. Universitas Hasanuddin
49. Universitas Negeri Makassar
50. Universitas Khairun
51. Universitas Pattimura
52. Universitas Cenderawasih
53. Universitas Negeri Papua
54. Universitas Musamus Merauke
55. UIN Sultan Syarif Kasim Riau
56. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
57. UIN Sunan Gunung Djati Bandung
58. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
59. UIN Sunan Ampel Surabaya
60. UIN Malik Ibrahim Malang
61. UIN Sultan Alauddin Makassar
62. UIN Walisongo Semarang
63. UIN Raden Fatah
64. UIN Ar-Raniry

sumber. http://snmptn.ac.id/

Selasa, 26 Maret 2019

Tata cara mengikuti SNMPTN dilakukan melalui dua tahap, ialah (1) pengisian PDSS oleh sekolah dan verifikasi oleh siswa, dan (2) registrasi oleh siswa.


Pengisian dan Verifikasi PDSS

  • Kepala Sekolah atau yang ditugaskan oleh Kepala Sekolah mengisi data sekolah dan siswa di PDSS melalui laman http://pdss.snmptn.ac.id.
  • Kepala Sekolah atau yang ditugaskan oleh Kepala Sekolah mendapat password setiap siswa yang akan dipakai oleh siswa untuk melaksanakan verifikasi.
  • Siswa melaksanakan verikasi data rekam jejak prestasi akademik (nilai rapor) yang diisikan oleh Kepala Sekolah atau yang ditugaskan oleh Kepala Sekolah dengan memakai NISN dan password.
  • Apabila siswa tidak melaksanakan verifikasi data rekam jejak prestasi akademik (nilai rapor) yang diisikan oleh Kepala Sekolah atau yang ditugaskan oleh Kepala Sekolah maka data yang diisikan dianggap benar dan tidak sanggup diubah sesudah waktu verifikasi berakhir.

Pendaftaran SNMPTN

  • Siswa Pendaftar, memakai NISN dan password yang diberikan pada waktu verifikasi data di PDSS, login ke laman SNMPTN http://www.snmptn.ac.id untuk melaksanakan pendaftaran.
  • Siswa Pendaftar mengisi biodata, pilihan PTN, dan pilihan jadwal studi, serta mengunggah (upload) pas foto resmi terbaru dan dokumen prestasi perhiasan (jika ada). Siswa Pendaftar harus membaca dan memahami seluruh ketentuan yang berlaku pada Perguruan Tinggi Negeri yang akan dipilih.
  • Siswa yang mendaftar pada jadwal studi keolahragaan dan seni wajib mengunggah portofolio dan dokumen bukti keterampilan yang telah disahkan oleh Kepala Sekolah memakai fatwa yang sanggup diunduh pada laman http://www.snmptn.ac.id.
  • Siswa Pendaftar mencetak Kartu Bukti Pendaftaran sebagai tanda bukti penerima SNMPTN.

Bagi sekolah dan/atau siswa pendaftar yang mengalami kesulitan susukan internet, sanggup melaksanakan pengisian PDSS maupun registrasi di Plasa Telkom di seluruh Indonesia.

Untuk Jadwal SNMPTN sanggup dilihat sebagai berikut:

 Tata cara mengikuti SNMPTN dilakukan melalui dua tahap Tata Cara Mengikuti SNMPTN 2015

Lihat juga Daftar Perguruan Tinggi Negeri SNMPTN 2015

 Seleksi nasional masuk akademi tinggi negeri  Menyiasati Sulitnya Tembus di SNM Perguruan Tinggi Negeri (1)

Seleksi nasional masuk akademi tinggi negeri (SNM PTN) selama ini menjadi salah satu jalur paling efektif bagi calon mahasiswa untuk bisa diterima di Perguruan Tinggi Negeri idaman. Sebab, jalur tersebut bisa menampung sampai 50 persen dari kuota mahasiswa PTN.

MESKI menjadi jalur idaman, SNM Perguruan Tinggi Negeri 2015 yaitu jalur paling sulit untuk dilewati. Sebab, para siswa harus bersaing dengan siswa dari sekolah lain, bahkan siswa dari luar wilayah.

Apalagi, demi menghadapi problema tingkat kelulusan SNM Perguruan Tinggi Negeri 2015, sekolah dan siswa harus kompak. Ajang SNM Perguruan Tinggi Negeri selama ini tidak hanya dianggap sebagai persaingan antarsiswa, namun juga persaingan antarsekolah.

Wakil Rektor Universitas Airlangga (Unair) Prof Achmad Syahrani mengungkapkan bahwa meski merupakan persaingan antarsekolah, SNM Perguruan Tinggi Negeri harus ditempuh dengan jujur dan fair.

”Sekolah-sekolah memang harus pandai-pandai mengatur taktik biar semua siswanya bisa lolos melalui jalur SNM Perguruan Tinggi Negeri 2015. Tapi, harus diingat bahwa semua itu harus dilakukan dengan jujur dan fair,” tegasnya.

Menurut Syahrani, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan Perguruan Tinggi Negeri dan aktivitas studi (prodi). Salah satu yang penting yaitu pengakuan prodi yang dituju.

”Di sini saya tekankan untuk melihat dan mengamati pengakuan aktivitas studi per universitas, bukan pengakuan universitasnya secara umum. Kenapa? Sebab, meskipun akademi tingginya mempunyai pengakuan tinggi, jikalau pengakuan aktivitas studinya lebih rendah, tingkat (peluang) kelulusannya akan lebih tinggi,” jelasnya. (jay/awa/jpnn)

sumber. jpnn.com

Selanjutnya baca: Menyiasati Sulitnya Tembus di SNM Perguruan Tinggi Negeri (2)

 yang tidak kalah penting ialah daya tampung aktivitas studi Menyiasati Sulitnya Tembus di SNM Perguruan Tinggi Negeri (2)

Wakil Rektor Universitas Airlangga (Unair) Prof Achmad Syahrani mengatakan, yang tidak kalah penting ialah daya tampung aktivitas studi. Kata dia, pemilihan aktivitas studi menjadi salah satu siasat yang harus dipahami untuk mengikuti Seleksi nasional masuk sekolah tinggi tinggi negeri (SNM PTN).

Syahrani menyarankan, sebaiknya para siswa dan sekolah melihat jumlah peminat tahun sebelumnya dan daya tampung pada setiap jurusan di universitas yang dipilih. Kemudian, buatlah rasio atau persentase kelulusan.

Misalnya, jurusan X di universitas A mempunyai 2.000 peminat dan daya tampung 50 orang sehingga rasionya ialah 1:40.

Sementara itu, jurusan X di universitas B hanya diminati 1.000 orang dan daya tampungnya juga cuma 20 orang sehingga rasionya jadi 1:50.

Dengan demikian, persaingan jurusan X di universitas B dibandingkan dengan jurusan yang sama (X) di universitas A akan jauh lebih sulit. (jay/awa/jpnn)

sumber.jpnn.com

Baca juga Menyiasati Sulitnya Tembus di SNM Perguruan Tinggi Negeri (2)

 Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember  Menyiasati Sulitnya Tembus di SNM Perguruan Tinggi Negeri (3)

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Triyogi Yuwono menyebarkan kiat kepada para siswa yang akan mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM PTN).

Ia menekankan sebaiknya para siswa dan sekolah melihat jejak alumnusnya di kampus yang dituju untuk memilih jurusan atau aktivitas studi favorit.

Jika ada alumnus yang waktu masa kuliah tidak maksimal dan IPK-nya turun, hal tersebut dapat menjadi catatan bagi sekolahnya.

”Makanya, sekolah harus tetap berkomunikasi dengan alumnus-alumnusnya. Itu sangat bermanfaaat bagi adik kelasnya nanti yang ingin melanjutkan studi di kampus yang sama,” kata Triyogi menyerupai yang dilansir Radar Surabaya (Grup JPNN.com), Rabu (18/2).

Selain itu, kata Triyogi, pemilihan aktivitas studi harus diadaptasi dengan jurusan waktu SMA. Umumnya, ada beberapa aktivitas studi yang justru meminta kesesuaian jurusan semasa SMA. Di antaranya, jurusan kedokteran yang harus siswa Sekolah Menengan Atas jurusan IPA.

Meski demikian, ada beberapa aktivitas studi yang memperbolehkan lintas jurusan. (jay/awa/jpnn)

sumber. jpnn.com

Baca lagi Menyiasati Sulitnya Tembus di SNM Perguruan Tinggi Negeri (4)

 Pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri  Menyiasati Sulitnya Tembus di SNM Perguruan Tinggi Negeri (4)

Pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM PTN) 2015, nilai yang dipakai yaitu nilai rapor semester 1-5.

Karena itu,  Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Triyogi Yuwono menyarankan semoga para siswa harus bisa menilai peluang masing-masing untuk menembus jurusan favorit dengan nilai yang didapatkan pada semester 1-5 di SMA.

”Saya rasa, belum dewasa bisa menilai dirinya sendiri. Kalau merasa bisa dan nilainya bagus, kenapa harus takut bersaing,” kata Triyogi ibarat yang dilansir Radar Surabaya (Grup JPNN.com).

Yang tidak kalah pnting untuk diperhatikan pada SNM Perguruan Tinggi Negeri 2015 yaitu pesaing dari satu sekolah.

Selama ini banyak siswa beranggapan bahwa pesaing hanya siswa dari sekolah lainnya. Padahal, pesaing yang sebetulnya justru siswa di suatu sekolah. (jay/awa/jpnn)

sumber. jpnn.com

Baca juga Menyiasati Sulitnya Tembus di SNM Perguruan Tinggi Negeri (5)

 Ismaini Zain menyampaikan bahwa penerimaan mahasiswa memang juga melihat status sekolah Menyiasati Sulitnya Tembus di SNM Perguruan Tinggi Negeri (5)

SURABAYA - Salah seorang panitia lokal SNM Perguruan Tinggi Negeri 2015, Ismaini Zain menyampaikan bahwa penerimaan mahasiswa memang juga melihat status sekolah.

”Ada tidak pada tahun kemudian siswa yang diterima, terus melepasnya. Jika diambil, statusnya mungkin aman. Tapi, bila tidak diambil atau dilepas tanpa pemberitahuan ke universitas bersangkutan, kemungkinan besar tidak kondusif alasannya mungkin universitas tersebut akan memperlihatkan hukuman blacklist setahun kepada sekolah tempatmu belajar,” kata Ismaini menyerupai yang dilansir Radar Surabaya (Grup JPNN.com).

Yang juga harus menjadi pertimbangan yaitu basis kelas reguler tiga tahun atau kelas akselerasi dua tahun. ”Kemungkinan Perguruan Tinggi Negeri ternama akan mempertimbangkan hal itu,” ujarnya.

Tidak bermaksud mengucilkan sekolah swasta, berdasar data, sekolah negeri dan ternama mendapat daerah atau kuota yang lebih daripada sekolah swasta.

”Tapi, (sekolah swasta) dihentikan pesimistis dengan hal ini. Sebab, banyak juga peserta dari swasta yang lolos SNM PTN,” tandasnya.

Ismaini menuturkan, banyak siswa tidak diterima di Perguruan Tinggi Negeri alasannya tidak melihat secara resmi syarat di Perguruan Tinggi Negeri yang dituju. Banyak siswa hanya sibuk melihat website SNM PTN, padahal tidak semua data perihal Perguruan Tinggi Negeri ada di dalamnya.

”Siswa harus cari sendiri. SNM Perguruan Tinggi Negeri ini kan juga mengajari belum dewasa mandiri,” ucapnya.

Menurut Ismaini, banyak siswa tidak diterima di jalur SNM Perguruan Tinggi Negeri alasannya sering mengambil jurusan dan universitas yang terlalu tinggi daya saingnya.

”Bermimpi dan berangan-angan boleh, tapi dengan batasan. Jangan hingga mengikuti hawa nafsu untuk menentukan sekolah tinggi tinggi dan prodi yang tinggi, padahal nilai dan kemampuannya tidak mencukupi. Ini akan berakibat jelek bagi siswa sendiri,” paparnya.

Karena itu, sebelum menentukan pilihan prodi atau jurusan, sebaiknya para siswa tetap berkonsultasi dengan semua pihak. Baik orang tua, guru, alumnus, maupun orang yang tahu perihal jurusan dan prodi yang dituju. (han/jay/awa/jpnn)

sumber. jpnn.com