Uang palsu yaitu uang yang dicetak atau dibentuk oleh perseorangan maupun perkumpulan/sindikat tertentu dengan tujuan uang palsu hasil cetakannya sanggup berlaku sesuai nilainya dengan sebagaimana mestinya. Untuk mendeteksi, mengidentifikasi dan melihat perbedaan antara uang orisinil dengan uang palsu alias upal diharapkan teknik analisis yang cukup sederhana dan sanggup dilakukan siapa saja dengan mudah.
Langkah tersebut yaitu dengan cara 3D yakni.
- Dilihat. Lihatlah uang yang anda miliki, apakah warnanya pudar, kusam, pucat, luntur, patah-patah, atau dilema lainnya. Pastikan uang yang anda periksa tadi mempunyai warna, corak dan gambar yang baik serta mempunyai gejala uang orisinil ibarat tanda air yang menggambarkan pahlawan-pahlawan nasional, materi kertas serta benang tali pengaman yang berada di dalam uang tersebut. Uang-uang pecahan besar biasanya mempunyai tanda keaslian lain ibarat corak gambar dengan warna yang mencolok dan sulit ditiru penjahat.
- Diraba. Usaplah uang tersebut apakah uang itu terasa bergairah atau lembut. uang yang orisinil biasanya agak kaku dan tebal materi kertasnya. Disamping itu pada angka atau gambar uang biasanya sengaja dicetak agak menonjol dan akan terasa jikalau diusap-usap, rabalah uang Anda apakah sudah orisinil atau belum.
- Diterawang. Langkah yang terakhir yaitu menerawangkannya ke sumber cahaya berpengaruh ibarat matahari dan lampu. Setelah diterawang lihatlah bab tali pengaman dan tanda mata air apakah dalam kondisi baik atau tidak.
Perbedaan Uang Palsu dengan Uang Asli
Ada pembeda yang mencolok antara kertas uang (KU) Peruri asi dan Upal. KU orisinil terbuat dari materi baku cukup kaku dan kuat. Sementara, KU yang sekarang beredar di pasar gelap cendrung terasa lebih lemas dan gampang lusuh. KU yang orisinil terasa lebih liat, sehingga jikalau direnggangkan atau ditarik-tarik memakai kedua tangan diantara kedua ujungnya tidak gampang sobek. Malah akan menjadikan suara "bek... bek... bek... " dan tidak putus.
Sementara kertas K-2 dan K-5 yang menjadi materi cetakan upal niscaya akan putus jikalau Anda renggangkan sekuat Anda merenggangkan uang asli. Apabila kita lipat atau sentil atau dikibas-kibaskan, kertas uang orisinil akan terdengar suara lebih nyaring ketimbang kertas upal dan warna kertas orisinil lebih krem, ketimbang warna kertas upal keputih-putihan.
Benang Pengaman
Benang pengaman yaitu benang plastik (foil) yang melintang vertikal. JIka uang asli, foil itu sanggup dicungkil sampai sanggup keluar, dan tidak sanggup dihapus dengan penghapus karet, alasannya foil tersebut ditanam kedalam uang, kebanyakan upal tak dilengkapi dengan benang pengaman, jikapun ada, tak akan sesempurna uang asli, alasannya pembuatannya dengan cara mencetak, menggaris dengan pena, melipat-lipatkan kertas, atau menyelipkan tali/foil sehingga sanggup dihapus.
Tanda Air (water mark)
Tanda air yaitu gambar seorang hero nasional yang tertanam dalam kertas. Gambar itu sering disebut "unyil" - yang merupakan bab kertas yang mempunyai tebal-tipis sesuai potret asli. Tanda air dalam uang asli, dari luar tampak bertekstur. Jika kita melapiskan kertas HVS diatasnya, kemudian kita arsip dengan pensil, gambar tersebut akan muncul dengan arsiran. Inilah yang sulit disamakan dengan upal, apalagi hasil cetakan offset biasa.
Cara sederhana ini sangat efektif menghindari upal, terutama bagi orang awam yang tidak mempunyai alat pendeteksi. Penampakan tanda air asli, gambar akan berada di dalam kertas dan akan sedikit terasa menonjol kalau diraba. Tak begitu dengan upal yang dibentuk secara dicetak, gambar tampak diluar kertas, tidak menyatu sebagaimana yang asli.
Cetak Intaglio
Intaglio yaitu teknik cetak embos (timbul), dengan memasukkan jenis tinta khusus dan dengan memakai cukilan-cukilan. Inilah hasil cetak yang tidak sanggup dipalsukan lantaran teknologi mesin cetaknya yang amat mahal. Ini menjadikan permukaan uang kertas orisinil tidak rata, ada semacam gelembung yang sanggup diraba. Efek cetak ini sanggup dilihat pada gambar hero ataupun gambar lainnya serta nomor seri, yang sedikit menonjol kepermukaan bila diraba.
Nomor Seri
Paling gampang untuk mendeteksi nomor seri yaitu dengan penyinaran ultraviolet. Bila uang itu asli, pada uang kertas Rp 50.000 warna nomor seri akan bermetamorfosis kehijau-hijauan, uang Rp 10.000 dan Rp 20.000 bermetamorfosis kekuning-kuningan. Sementara upal tidak akan mendapat perubahan apa-apa.
Microletter
Mocroletter terdapat pada safety line dan water mark. Dalam safety line, bila kita memakai beling pembesar (loupe) akan tampak goresan pena "Indonesia" dan "Bank Indonesia". Sementara dalam water mark akan tampak mocroletter bertuliskan "Bank Indonesia".
Invisible Print
Bagian ini yaitu cetakan yang tidak kasat mata alias tersembunyi. Biasanya dikenakan dengan istilah tinta siluman. Pada pecahan uang Rp 50.000 akan muncul disudut kanan atas angkan 50.000 bila kita sinari dengan ultraviolet, pada upal angka itu tidak akan muncul, kalaupun ada warnanya memendar, tidak terperinci atau warnanya berubah.
Selain itu masih ada bagian-bagian uang lainnya yang sanggup kita identifikasi sebagai orisinil atau palsu dengan memakai beling pembesar, misalnya, akan tertangkap lembap sifat gambar, garis dan teksnya.
0 komentar:
Posting Komentar