A. Jangka Waktu Pemberian
- Bantuan biaya pendidikan Bidikmisi diberikan sejak mahasiswa ditetapkan sebagai peserta Bidikmisi di perguruan tinggi, yaitu 8 (delapan) semester untuk kegiatan Diploma IV dan S1, 6 (enam) semester untuk kegiatan Diploma III, serta Akademi Komunitas diberikan maksimal 4 (empat) semester untuk kegiatan Diploma II, dan 2 (dua) semester untuk kegiatan Diploma I.
- Khusus program studi Sarjana tertentu yang memerlukan pendidikan keprofesian dan merupakan satu kesatuan, tetap diberikan bantuan sampai lulus program profesi, yaitu:
a. Pendidikan Dokter dengan penambahan maksimal 4 semester.
b. Pendidikan Dokter Gigi dengan penambahan maksimal 4 semester.
c. Ners maksimal dengan penambahan maksimal 2 semester.
d. Pendidikan Dokter Hewan dengan penambahan maksimal 2 semester.
e. Farmasi dengan penambahan maksimal 2 semester. - Bantuan Bidikmisi untuk program profesi diberikan kepada mahasiswa yang pribadi melanjutkan studi keprofesiannya pada perguruan tinggi yang sama.
- Bagi mahasiswa yang belum menyelesaikan pendidikan sesuai dengan tenggang waktu yang ditetapkan sebagaimana dimaksud pada butir 1, Perguruan Tinggi sanggup mengalokasikan biaya pendidikan yang bersumber dari dana lain yang sah.
B. Komponen Pembiayaan
Komponen atau jenis dana sumbangan biaya pendidikan dan penggunaannya adalah:
- Biaya pendaftaran
a. Pendaftar Bidikmisi dibebaskan biaya pendaftaran SNMPTN, SBMPTN dan seleksi berdikari pada salah satu PT (pendaftar secara otomatis akan mendapat kemudahan bebas bayar di dalam sistem registrasi SBMPTN).
b. Pendaftar Bidikmisi yang sudah diterima melalui salah satu seleksi tidak diperkenankan mendaftar seleksi lainnya. - Bantuan biaya penyelenggaraan yang dikelola perguruan tinggi, maksimal Rp2.400.000,00 (dua juta empat ratus ribu rupiah) per-semester per-mahasiswa yangdapat dipakai untuk:
a. Biaya yang dibayarkan dikala pertama masuk ke perguruan tinggi;
b. UKT Khusus Bidikmisi/SPP/Biaya kuliah yang dibayarkan ke perguruan tinggi;
c. Penggunaan lain sesuai rencana kerja dan anggaran perguruan tinggi. - Bantuan biaya hidup yang diserahkan kepada mahasiswa, minimal sebesar Rp 3.600.000,00 (tiga juta enam ratus ribu rupiah) per-semester dengan ketentuan:
a. Perguruan tinggi menetapkan besaran bantuan biaya hidup dan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan melalui SK Rektor/Direktur/Ketua;
b. Perguruan tinggi dapat membuat kesepakatan penentuan besaran dan periode sumbangan biaya hidup dengan perguruan tinggi lain dalam kabupaten/kota yang sama.
c. Perguruan Tinggi dapat mengubah besaran bantuan biaya hidup yang diterima mahasiswa dengan cara mengurangi sumbangan biaya penyelenggaraan pendidikan. - Biaya Kedatangan Biaya kedatangan atau resetlement di alokasikan sesuai kebutuhan dengan ketentuan:
a. Penggantian biaya transport mahasiswa yang berasal dari luar kabupaten/kota untuk 1 (satu) kali dari daerah asal menuju perguruan tinggi sesuai dengan jarak dan ketentuan yang berlaku (Permenkeu Nomor 84/PMK.02/2011 atau Permenkeu Nomor 113/PMK.05/2012 bagi mahasiswa yang tidak dapat memperlihatkan bukti tiket perjalanan).
b. Biaya hidup sementara bagi calon mahasiswa yang berasal dari luar kota yang besarnya maksimum setara dengan sumbangan biaya hidup 1 (satu) bulan.
c. Biaya pengelolaan (seleksi kelayakan dan atau verifikasi data calon mahasiswa peserta Bidikmisi dalam bentuk penilaian berkas, visitasi, wawancara dan sejenis).
d. Kegiatan terkait dengan orientasi mahasiswa baru misalnya pengenalan kehidupan kampus, sumbangan pendampingan berbasis kegiatan, dll. - Hal khusus
a. Perguruan tinggi memfasilitasi dan mengupayakan semoga peserta Bidikmisi lulus sempurna waktu dengan prestasi yang optimal;
b. Perguruan tinggi mendorong mahasiswa penerima Bidikmisi untuk terlibat di dalam kegiatan ko dan ekstra kurikuler atau organisasi kemahasiswaan, contohnya kegiatan penalaran, minat bakat, sosial/pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk pelatihan abjad dan atau kecintaan kepada bangsa dan negara;
c. Perguruan tinggi membuat perjanjian atau kontrak dengan mahasiswa penerima Bidikmisi yang memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak diantaranya
1) Kepatuhan terhadap tata tertib kehidupan kampus.
2) Memenuhi standar minimal IPK yang ditetapkan perguruan tinggi.
3) Hal hal lainnya yang relevan.
C. Penyaluran Dana
- Dana Bidikmisi diberikan setiap semester atau 2 kali per tahun, periode semester genap pada bulam Maret-Agustus dan periode semester gasal pada bulan SeptemberFebruari sesuai dengan kalender akademik;
- Mahasiswa gres diberikan 1 (satu) semester pada semester gasal;
- Biaya kedatangan (resettlement) diberikan sesudah ada penetapan peserta Bidikmisi menurut kebutuhan dan diberikan melalui prosedur kontraktual;.
- Proses penyaluran dana Bidikmisi melalui bank penyalur yang ditetapkan melalui seleksi, ke:
a. Rekening perguruan tinggi, sebagai sumbangan biaya penyelenggaraan; dan
b. Rekening mahasiswa, sebagai sumbangan biaya hidup.
D. Penghentian Bantuan
- Perguruan tinggi sanggup menerbitkan ketentuan khusus ihwal penghentian pemberian bantuan. Secara umum pemberian sumbangan tidak boleh apabila mahasiswa penerima:
1. Cuti
2. Drop Out
3. Non Aktif
4. Diberhentikan sementara apabila tidak digantikan
Hal-hal yang sanggup diatur dalam ketentuan khusus antara lain:
- Mahasiswa Bidikmisi yang terbukti memberikan keterangan data diri yang tidak benar setelah diterima di perguruan tinggi (merupakan pelanggaran berat), maka mahasiswa yang bersangkutan dikeluarkan dari perguruan tinggi dan digantikan dengan mahasiswa lain yang seangkatan dan memenuhi persyaratan penerima Bidikmisi.
- Mahasiswa Bidikmisi yang mengundurkan diri, maka bantuan Bidikmisinya dapat digantikan kepada mahasiswa lain yang seangkatan dan memenuhi persyaratan peserta Bidikmisi.
- Mahasiswa Bidikmisi yang meninggal dunia, maka haknya sampai hari dimana mahasiswa yang bersangkutan meninggal diberikan kepada keluarga/ahli warisnya, kemudian bantuan Bidikmisinya sanggup digantikan kepada mahasiswa lain yang seangkatan dan memenuhi persyaratan peserta Bidikmisi.
- Mahasiswa Bidikmisi yang lulus kurang dari masa studi yang ditetapkan (mahasiswa Program Sarjana/Diploma IV yang lulus kurang dari 8 (delapan) semester dan mahasiswa Program Diploma III yang lulus kurang dari 6 (enam) semester), maka sumbangan Bidikmisi yang bersangkutan dapat digantikan kepada mahasiswa lain yang seangkatan dan memenuhi persyaratan peserta Bidikmisi. Pengalihan atau penggantian mahasiswa peserta Bidikmisi dengan mahasiswa lain yang seangkatan dan memenuhi syarat sifatnya melanjutkan. Penggantian peserta ditetapkan melalui SK pimpinan PT dan dilaporkan ke Ditjen Belmawa dan melalui http://simb3pm.dikti.go.id
sumber: pemikiran penyelenggaraan bidikmisi
0 komentar:
Posting Komentar